Lamandau,LHI
Karena diabaikan, ratusan warga Desa Karang Taba Kecamatan Lamandau Kembali menggelar aksi demo adat istiadat sebagai masyarakat Dayak Tomun sebagai bentuk tuntutan hak plasma masyarakat kepada perusahaan PT Trieka Agro Nusantara (TAN). Demo kali ini menggelar ritual adat Dayak Tomun Paganyikan Pangkat 7 adat paling besar.
Keterangan warga Desa Karang Taba menyebutkan, aksi demo kali ini dengan menggelar ritual adat Dayak Tomun Paganyikan Pangkat 7 adat paling besar, karena pihak perusahaan PT Trieka Agro Nusantara (TAN) masih tidak memenuhi tuntutan masyarakat, bahkan pihak perusahaan melakukan aktivitas panen sawit.
“Tuntutan kami tetap sama kepada Perusahaan Perkebunan sawit PT Trieka Agro Nusantara (TAN). Ada tiga point tuntutan masyarakat yaitu pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Trieka Agro Nusantara (TAN) memberikan 20% plasma dari total yang diusahakan kepada masyarakat, uang bantuan dari PT TAN dijanjikan kepada masyarakat sebesar Rp.3 milyar untuk tiga warga desa yakni Desa Karang Taba , Desa Penopa, dan Desa Kawa , kemudian 15 ekor sapi untuk ternak warga Desa Karang Taba .Namun sampai saat ini belum juga terealisasi oleh pihak perusahaan.”ujar warga Masyarakat.
Informasi yang diperoleh LHI, sampai sekarang masih kong kolingkong oleh oknum,pihak perusahaan PT TAN menurut keterangan Kades Desa Karang Taba kepada masyarakat telah kena tindak pidana oleh pengaduan pihak perusahaan kepada Kapolda Kalteng. (REGIAN)****


0 Comments