Asal Mula Keluarga PULUNGAN Labuhanbatu Selatan


CERITA
ini saya dapat dari almarhum ayah saya (Almrhum. Ustadz Syamsul Bahri Pulungan - Pendiri Ponpes Ashshiddiqiyah Simandiangin Kec. Sungai Kanan Kab. Labuhan Batu Selatan).

Ceritanya berawal dari pemberontakan Panglima Perang Raja Pulungan Nasaktion. Pasukan Raja Pulungan kalah dan semua keturunannya melarikan diri dari Kampung Huta Bargot. Ayah saya mengatakan, Raja Pulungan punya 3 (Tiga) Orang Putra dan 1 (Satu) Orang Putri, katanya Bou kita itu hilang "Dioban Begu", dan Konon inilah yang kemudian membuat banyak Marga Pulungan menjadi Datu, atas bantuan kerabatnya Bou tadi, benar tidaknya saya kurang paham.

Anak Pertama Raja Pulungan bersembunyi dan menetap di Sayur Matinggi, Keturunannyalah yang kembali menyebar ke Madina, Tapsel hingga ke Batang Toru, Palas hingga ke Sosa, paluta hingga ke Halongonan. Anak kedua Raja Pulungan lari ke Sipirok dan bergabung dengan keluarga kerajaan yang ada disana, Dari garis keturunannyalah Marga Pulungan yang menganut Agama Kristen yang menyebar hingga ke Tapanuli Utara. Malah Ayah saya pernah langsung mengklaim, Seluruh Pulungan yang dari kakek neneknya beragama Kristen, dipastikan mereka adalah Keturunan dari Anak Kedua tadi.

Tapi, Soal siapa nama kedua anak Raja Pulungan itu, tak ada info yang saya dapatkan hingga kini. Sibungsu yang bernama Pangeran Kuning naik "Rapan or Rakit" dalam pelariannya menyusuri Sungai Barumun, dan beliau mendarat di Kampung Dusun Balimbing di Kota Pinang yang pada masa itu dalam kekuasaan Sultan Musthafa yang terkenal kejam.

Sebagai seorang perantau Pangeran Kuning tak tahu adat kebiasaan disana, sehingga ia terjebak dan harus bertarung dengan algojo Sultan Musthafa, sebab Pangeran Kuning membalas "Martakuak" (Seperti ayam berkokok) pengawal kerajaan, membalas takuak itu berarti sebuah penantangan.

Terjadilah pertarungan sengit yang lumayan panjang, dan Pangeran Kuning keluar sebagai pemenang, Salut dengan kekuatan Pangeran Kuning, Sultan Musthafa memberikan Pangeran Kuning Area Kekuasaan. Daerah Sultan Musthafa yang menyeberang Sungai Barumun menjadi Area kekuasaan Pangeran Kuning.

Disanalah, di Dusun Balimbing Pangeran Kuning memulai hidupnya dengan semua keluarganya dan terus bertambahlah keturunannya hingga kini, tapi sekarang pusat keluarga itu tak lagi di Dusun Balimbing, tapi ada di Kampung Asam Jawa Kecamatan Torgamba Kab. Labuhan Batu Selatan.

Penuturan ayah, beliau masih keturunan ke enam dari Pangeran Kuning, atau keturunan ketujuh dari Raja Pulungan, dengan begitu Saya merupakan Keturunan Ketujuh dari Pangeran Kuning, atau Ke delapan dari Raja Pulungan, walau umur saya baru 31 Tahun, benar memang, kalau saya berkunjung ke Desa Asam Jawa, banyak sekali yang panggil bapak uda, dll. Yang usianya kadang jauh diatas saya. Tapi, yang paling dominan memanggil "Tulang", Sebab begitulah memang, anak Laki Laki dari Keturunan Pulungan itu amat sedikit.

Saya setelah 8 Tahun menikah, hanya punya 1 (Satu) Orang Putri, Raini Dahriana Pulungan. Ini hanya Cerita Ayah yang saya coba ceritakan kembali di forum FB ini, saya tidak tahu apa ada maknanya, tapi saya amat yakin akan begitu berguna. Mohon sekali Tanggapannya.

Wassalamu Alaikum Wr Wb

Salam Hormat untuk Semuanya

SYAMSUD DAHRI PULUNGAN

Jalan Merpati Blk RS Sabena Lk. I Aek Manis

Kec. Sibolga Selatan - Kota Sibolga. Sumatera Utara

 (IRPAN EFENDI PULUNGAN)***

Post a Comment

0 Comments