Kota Banjar. LHI
Anggota DPRD Kota Banjar Hj. Emay Siti Muludjum, S.H., M.H. menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Dusun Girimukti RT 07 RW 14, Desa Binangun Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kades Binagun Dede Harisman, S.IP., perwakilan kader Partai Golkar Kecamatan Pataruman, tokoh masyarakat, Ketua RW, serta warga setempat yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif, persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi aspirasi utama masyarakat. Warga menilai masih banyak titik di wilayah Desa Binangun, khususnya di Dusun Girimukti, yang minim penerangan sehingga dinilai rawan kecelakaan dan berpotensi mengganggu keamanan masyarakat pada malam hari.
Selain PJU, warga juga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan dan saluran irigasi yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj. Emay Siti Muludjum menjelaskan, bahwa sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Banjar, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan kebutuhan penambahan dan perbaikan PJU kepada Dinas Perhubungan.
"Karena kita sekarang berada di Desa Binangun, memang masih banyak titik yang rawan kecelakaan akibat minimnya penerangan. Harapan kami Dinas Perhubungan bisa lebih fokus terhadap perbaikan dan penambahan PJU. Selain itu jalan dan pengairan juga menjadi kebutuhan masyarakat yang harus terus diperjuangkan," ujarnya.
Ia mengakui, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Bahkan, menurutnya, pemeliharaan PJU saat ini juga menghadapi berbagai hambatan, termasuk keterbatasan operasional.
Meski demikian, Hj. Emay optimistis pada pembahasan anggaran tahun berikutnya akan ada penyesuaian prioritas sehingga program-program yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dapat memperoleh perhatian lebih besar.
"Kami di DPRD akan terus mendorong agar ada perubahan prioritas anggaran, terutama untuk OPD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Hj. Emay juga mengajak masyarakat untuk tidak sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.
Menurutnya, semangat gotong royong dan swadaya masyarakat tetap menjadi modal penting dalam menjaga lingkungan."Saya mengajak masyarakat untuk tetap mandiri. Kalau ada jalan yang berlubang dan membahayakan, atau lingkungan yang membutuhkan penerangan sederhana, selama memungkinkan mari kita bergotong royong. Jangan selalu menunggu pemerintah turun. Dengan partisipasi masyarakat, beban pemerintah juga bisa sedikit berkurang," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 14, Nana, menyampaikan harapannya agar usulan pemasangan PJU dapat direalisasikan pada tahun 2027. Ia menyebut kebutuhan penerangan di wilayahnya mencapai sekitar 25 titik dalam satu RW."Kami berharap pada 2027 seluruh titik PJU yang diusulkan bisa direalisasikan sehingga lingkungan kami menjadi lebih aman dan nyaman," katanya.
Nana juga berharap mendapat pendampingan dari Hj. Emay dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk informasi mengenai peluang program bantuan pemerintah.
Dalam forum tersebut turut disampaikan informasi mengenai peluang program dana hibah sekitar Rp1 miliar yang diperuntukkan bagi sektor perikanan dan peternakan, khususnya untuk wilayah perbatasan Banjar–Pangandaran yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti kondisi PJU di kawasan perbatasan Kota Banjar, tepatnya di sekitar tugu gerbang masuk Kota Banjar dari arah Kabupaten Ciamis. Menurut warga, sejumlah lampu penerangan di kawasan tersebut belum berfungsi optimal. Dinas Perhubungan disebut menghadapi kendala dalam pemeliharaan, salah satunya terkait keterbatasan operasional.
Melalui kegiatan reses tersebut, seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun dan menjadi bahan perjuangan DPRD Kota Banjar dalam pembahasan program pembangunan dan penganggaran pada tahun mendatang.(ADE ARIS)*****



0 Comments