Kota Banjar. LHI
Dedikasi dalam melestarikan seni dan budaya daerah kembali mendapat apresiasi. WaliKota Banjar Ir . H. Sudarsono memberikan penghargaan kepada Kepala SDN Neglasari Tatang Mugiyana, S.Pd., atas kontribusinya sebagai pencipta lagu “Ciciren Banjar” yang diaransemen oleh Ayu Nur Fauziah, S.Pd. Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin (4/5/2026).
Piagam penghargaan ini menjadi bentuk nyata penghormatan atas karya yang tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna kearifan lokal yang mencerminkan identitas daerah. Dalam isi piagam disebutkan bahwa lagu “Ciciren Banjar” dinilai mampu memperkuat upaya pelestarian budaya, khususnya dalam memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda.
Tatang Mugiyana., S. Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 3 Neglasari Kota Banjar dikenal aktif mengembangkan kreativitas seni di lingkungan pendidikan. Selain “Ciciren Banjar”, ia juga telah menciptakan sejumlah lagu lain, di antaranya “Neglasari” (2022) dan “KDM BAPA AING” (2025). Karya-karyanya diharapkan dapat terus menginspirasi pelajar dan masyarakat untuk mencintai serta menjaga warisan budaya daerah.
Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi para pendidik dan pelaku seni lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam memajukan budaya lokal di Kota Banjar.
Dalam sambutannya, WaliKota Banjar Ir . H. Sudarsono menyampaikan, apresiasi tinggi atas dedikasi Tatang Mugiyana. S. Pd., Menurutnya, lagu “Ciciren Banjar” bukan sekadar karya seni, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.“Melalui karya seperti ini, anak-anak kita tidak hanya belajar seni, tetapi juga memahami identitas daerahnya. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus didukung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu semangat bagi para seniman dan pendidik di Kota Banjar untuk terus berinovasi serta mengangkat potensi budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.
Dengan adanya apresiasi ini, lagu “Ciciren Banjar” diharapkan semakin dikenal dan menjadi kebanggaan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.(ADE ARIS)***



0 Comments