Kota Bandung, LHI,
Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat, H. Dadang Hermansyah, SE., AK., MM., CA., periode 2025-2030 bersama jajaran pengurusnya menghadiri acara Musprov XII IPSI Jawa barat yang diselenggarakan di Hotel Savoy Homann Bandung, Sabtu (02/5/2026).
Kepada lintas pena media group, Dadang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada H. Phinera yang kembali diminta oleh para Ketua dan pengurus IPSI Kota-Kabupaten se-Jabar untuk melanjutkan sebagai Ketum Pengprov IPSI Jawa Barat periode 2026-2030. Secara otomatis kini H. Phinera terpilih sebagai Ketum IPSI Jawa barat.
"Jajaran kepengurusan IPSI Jabar harus lebih selektif dikarenakan amanah kini semakin berat yah minimalnya kita semua harus mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum. Sangat penting keseriusan ketika menjalankan program-progam organisasi," papar H. Dadang.
Musprov IPSI Jabar kali ini bertajuk semangat “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”, kegiatan tersebut lebih kepada kolaborasi dan ajang konsolidasi sekaligus regenerasi kepengurusan.
"Di bawah kepemimpinan H. Phinera (Kang Icak) IPSI Jabar telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang, ini luar biasa dan harus dipertahankan. PPSI adalah akarnya harus kuat dan IPSI adalah buahnya, artinya kita tidak boleh menghilangkan akar budaya pencak silat yang terlahir di Jawa Barat," tutur H. Dadang.
Sebagai Ketum PPSI Jabar, Dadang senantiasa siap memberikan dukungan penuh dan berkolaborasi dalam setiap kegiatan IPSI Jabar. Lalu dirinya menyoroti pentingnya tertib administrasi serta regenerasi dalam struktur kepengurusan, agar organisasi tetap solid dan berkelanjutan dapat melahirkan atlet-atlet pencak silat serta memperkuat kultur budaya yang mana selaras dengan visi misi Jabar Istimewa dan sesuai tuntunan agama Islam.
Pada Musprov XII IPSI Jawa barat dihadiri oleh Ketua Umum IPSI Pusat yang diwakilkan kepada Beni Sumarsono, Pangdam III/Siliwangi diwakili Brigjen TNI Nurul Yaqin, Komandan Kodiklat AD, Ketua KONI Jabar Budiana, jajaran pengurus IPSI Jawa Barat dan para Ketua Pengcab IPSI Kota-Kabupaten serta tamu undangan lainnya.
Kemudian Dadang mempertegas peran dan manfaat Pencak Silat yang sarat dengan anjuran atau petuah dari kasepuhan Sunda Jawa Barat. "Barudak tos sarepna kedap deui Adzan Maghrib geura arasup ka imah" makna yang terkandung sangat dalam, filosofi tersebut adanya kesesuaian dalam Kitab Suci Al-quran yang mengharuskan Umat Muslim untuk masuk ke rumah melaksanakan mandi sebagai persiapan untuk menunaikan sholat Magrib berjamaah baik di masjid maupun di rumah masing-masing.
"Marilah dimulai dari diri kita untuk membiasakan diri dan mengajak hal-hal tersebut kepada keluarga kita masing-masing. Tak semena-mena terkandung dalam Al-quran karena di waktu malam pepohonan itu berubah fungsinya yang mana tidak baik bagi kesehatan. Begitu juga pada jam magrib itu mahluk halus (ghoib) lebih rentan menggangu manusia," terangnya.
Dadang menegaskan bahwa melalui pencak silat dapat saling mengingatkan akan pentingnya kedisiplinan waktu karena olah raga bela diri ini bukan hanya bermanfaat dari sisi prestasi akan tetapi didalamnya terdapat nilai manfaat kesehatan untuk lahir bathin manusia.
"Jadi bukan hanya tugas semakin berat dalam mempertahankan juara umum Pencak Silat saja, akan tetapi bagaimana caranya kita semua kembali mampu menerapkan kebiasaan yang baik sesuai petuah kasepuhan para orang tua kita dahulu yang kesemuanya sesuai dengan yang terkadang dalam Al-quran," pungkasnya. (Eky AS)



0 Comments