Pangandaran LHI
Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STITNU Al Farabi Pangandaran periode ke-VIII resmi dilantik dalam sebuah kegiatan yang dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Libur Lebaran Tanpa Chaos: Strategi Terpadu Pengamanan, Kebersihan dan Kenyamanan Wisata di Pangandaran.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, bertepatan dengan 24 Ramadan 1447 H, bertempat di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pangandaran.
"Pelantikan pengurus komisariat tersebut dilakukan oleh Pengurus Cabang PMII Ciamis Pangandaran. Pada kesempatan tersebut, Riski Idul Rohman resmi dilantik sebagai Ketua Komisariat PMII STITNU Al Farabi Pangandaran ke-VIII bersama jajaran pengurus lainnya.
Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran mahasiswa dalam merespons berbagai isu strategis daerah, khususnya terkait pengelolaan kawasan wisata Pangandaran menjelang momentum libur Lebaran.
Ketua Komisariat PMII STITNU Al Farabi Pangandaran yang baru dilantik, Riski Idul Rohman, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk turut memberikan gagasan terhadap persoalan publik di daerahnya.
“Pangandaran sebagai daerah wisata akan menghadapi lonjakan wisatawan yang sangat tinggi pada momentum libur Lebaran. Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berpotensi menimbulkan kemacetan panjang, penumpukan sampah, hingga gangguan kenyamanan wisatawan.
"Karena itu melalui dialog publik ini kami ingin mendorong langkah-langkah strategis agar libur Lebaran di Pangandaran dapat berjalan tertib, aman, dan nyaman,” ujar Riski.
"Dalam dialog publik tersebut, PMII STITNU Al Farabi Pangandaran juga menawarkan beberapa gagasan konkret sebagai upaya mencegah potensi kekacauan (chaos) saat momentum libur Lebaran, di antaranya:
1. Penerapan rekayasa lalu lintas dan sistem jalur satu arah (one way) menuju kawasan wisata Pangandaran pada jam-jam tertentu untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
2. Penyediaan kantong parkir terpadu di titik penyangga kawasan wisata, sehingga kendaraan wisatawan tidak menumpuk di area pantai dan pusat keramaian.
3. Pembentukan posko terpadu lintas instansi yang melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, relawan, dan unsur masyarakat untuk memudahkan koordinasi penanganan situasi di lapangan.
4. Penambahan titik tempat sampah sementara dan sistem pengangkutan sampah intensif, terutama di kawasan pantai dan pusat kuliner yang biasanya mengalami lonjakan volume sampah selama libur Lebaran.
5. Gerakan edukasi wisata tertib dan bersih, melalui pemasangan informasi publik serta kampanye kesadaran bagi wisatawan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan wisata.
Menurut Riski, gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bersama antara pemerintah daerah, pengelola wisata, serta masyarakat dalam mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang sering muncul saat musim libur Lebaran di Pangandaran.
Melalui kegiatan ini, PMII STITNU Al Farabi Pangandaran berharap dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola wisata Pangandaran yang lebih tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. (AS) **


0 Comments