Mengganasnya Ombak Selat Malaka Menghantam Pulau Rangsang dan Pulau Merbau, Sebab Runtuhnya Tebing Pantai dan Rumah Warga Berjatuhan Kelaut, Belum Mendapat Perhatian Dari Pemerintah Pusat



Meranti LHI

Pulau Rangsang dan Pulau Merbau berhadapan langsung dengan Selat Malaka, Malaysia dan Singapura! Pulau Rangsang dan Pulau Merbau termasuk pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Meranti yang tak terlepas dari tanggung jawab pemerintah pusat.

Abrasi pantai membuat runtuhnya tebing Pulau Rangsang dan Pulau Merbau sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, belum mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Riau maupun dari pemerintah pusat serta dimana suara DPRD dan DPR provinsi serta suara DPR RI yang berada di pusat?

Pada Tanggal 19 Juni 2019, tim Kemenko Polhukam turun ke Pulau Rangsang untuk mendata Pulau Rangsang dan menampung aspirasi masyarakat. Tim tersebut di dampingi oleh staf Gubernur Riau dan Wakil Bupati Meranti dan jajarannya pada tahun 2019 silam. Dengan adanya turun tim Kemenko Polhukam ke Pulau Rangsang berarti gambaran data Pulau Rangsang pulau terluar tersebut sudah ada dipusat! Oleh sebab itu, Gubernur Riau sebagai perpanjangan tangan pusat harus membentuk tim untuk menelusuri dan mempertanyakan hasil monitoring pendataan pulau rangsang pulau terluar di Kabupaten Meranti!

Sebenarnya gubernur riau Drs. H. Syamsuar sangat paham dengan abrasi pantai yang mengakibatkan runtuhnya tebing pantai Pulau Rangsang dan Pulau Merbau yang sangat parah, sehingga pulau tersebut sudah menipis terkikis ombak Selat Malaka, dan juga gubernur riau Drs. H. Syamsuar pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti pertama kali di Meranti.

Baru-baru ini DPR RI Dr. H. Syamsurizal juga turun reses ke Pulau Rangsang tentu juga paham dengan Pulau Rangsang dan Pulau Merbau, karena dulunya juga Dr. H. Syamsurizal pernah dua periode menjadi Bupati Bengkalis, Riau. Provinsi Riau dikenal dengan potensi penghasil Gas Blok Rokan Riau di Indonesia. (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments