Akun Facebook Xaquille Abiyyu Kritisi Kurangnya Penerangan di Sekitar Gedung DPRD Pangandaran Yang Mengakibatkan Kecelakan Pengendara Sepeda Motor

 


Pangandaran LHI

Kembali terjadi kecelakaan lalulintas yang menimpa kepada seorang anak muda yang merupakan alumni MA Jamanis bernama Wempy, Kecelakaan terjadi di depan Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, pada Sabtu malam kemarin  tanggal 12 pebruari 2022.

Seperti yang disampaikan Bunda Yenyen yang merupakan warga Panyingkiran, Cibenda, Kabupaten Pangandaran, melalui akun Facebook Xaquille Abiyyu yang merupakan akun milik pribadinya.

Melalui akun Facebook atas nama Xaquille Abiyyu, Yenyen menulis kronologi saat kejadian, saat kecelakan korban  menggunakan sepeda motor dan di duga menabrak tembok yang bertuliskan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pangandaran, dan pagar tersebut menjadi sebuah saksi tercabutnya nyawa seorang generasi muda karena insiden sebuah kecelakaan.

Masih kata Yenyen melalui akun Facebook atas nama Xaquille Abiyyu menerangkan, atas insiden kecelakan yang menimpa rekan kami, kami tidak menyoalkan kronologi kejadiannya, yang ingin saya katakan disini tentang rawannya area itu, tegas bunda yenyen.

Di jelaskan lagi, jalan tersebut dimana tempat kejadian kecelakaan yang menimpa kepada teman kami hingga meninggal merupakan jalan ramai dan padat kendaraan, di tambah lagi merupakan simpang empat, di tambah lagi di situ ada alun alun tempat ramah anak bermain.

"Selain ramai dan padat aktivitas, biasanya para pengendara cenderung menaikkan kecepatan kalau melalui area itu karena jalan yang sedikit berbelok cenderung menarik untuk dipake ngebut (bagi sebagian orang lho y), jelas Yenyen melalui akun Facebook atas nama Xaquille Abiyyu.

Masih kata dia di akun Facebook Xaquille Abiyyu, yang menjadi masalah utama adalah, ketika malam hari, area ini sangat minim penerangan, ada sih tiang lampu jalan tapi yaaaa tiangnya saja, sementara lampunya sudah lama mati, bahkan lampu bertuliskan ALUN-ALUN PARIGI pun sudah lama hilang binarnya.

Padahal ini jalan utama, di tambah lokasinya berada di depan rumah para wakil rakyat masyarakat Pangandaran.

Saya tidak akan menyalahkan si A dan si B, instansi A instansi B, toh saya jg hanya orang bodoh yang tidak tau harus mengeluh pada siapa ketika ada kondisi seperti ini.

"Tapi disisi lain, saya sedikit terusik dengan kabar mlm minggu kemarin itu

Akankan tragedy ini menjadi warning bagi pihak terkait untuk "memperbaiki" situasi dan kondisi di lapangan,? .

Seperti halnya berbulan lalu yg seolah "menunggu dulu ada korban baru dipasang lampu jalan".

Mungkin kalimat itu akan menimbulkan ketersinggungan beberapa pihak, yang biasanya mendadak baper kalau disenggol masalah kinerja, tp inilah fakta dan tolong jangan lagi bersembunyi dibalik kata "semua kan ada sistemnya ada aturannya", plis ..jangan lagi menunggu korban hanya untuk membenahi sesuatu yang sudah sangat terlihat "rusak", tambahnya lagi.

Dan untuk para wakil rakyat, saya sebagai rakyat jelata yang bodoh hanya ingin bilang, "cik atuh ari payuneun bumi bumi teuing mah menya teu katingal"Kan anda dipilih oleh kami untuk mewakili aspirasi kami, anda wakil suara kami.

Anda bukan dipilih untuk sekedar mndapat panggilan "bu dewan" atau "pa dewan", bukan ..bukan itu..anda wakil kami..sing emut kana purwadaksi.

(Ntar ada yg bilang "lho ini nda ada hubungannya sm wakil rakyat,ini kan urusan dinas A", sblm komen gt...kembali baca lg y , wilujeng membaca.

Al fatihah untuk ade Wempy, semoga husnul khotimah.

Guna klaripikasi kebenarannya kantor redaksi LHI juga mencoba untuk menghubungi pemilik akun Facebook atas nama Xaquille Abiyyu.

Pemilik akun Facebook atas nama Xaquille Abiyyu, membenarkan atas adanya kecelakan yang terjadi pada Sabtu malam kemarin, dan ia membenarkan tulisan di akun Facebook atas nama Xaquille Abiyyu adalah tulisannya, dan itu sengaja di tulis bentuk protes kepada pemerintah agar tidak terjadi pada korban korban yang lain, pungkasnya. (AS)*

 



Post a Comment

0 Comments