Patih Sepuh Keraton Cirebon : Masalah Internal Keraton Kasepuhan Sudah Aman, Akan Diselesaikan Secara Kekeluargaan


Cirebon ,LHI

Menindak lanjuti  masalah internal Kasepuhan Keraton Cirebon agar tidak terus berlarut larut , maka baru baru ini Patih Sepuh Pangeran Gumelar   yang dianggap mewakili para sesepuh keraton, mengambil sikap tegas, mengambil alih sementara Managment Penelolaan Goa Sunyaragi Cirebon,

            Dalam keterangan persnya Patih Sepuh mengatakan” Justru dengan  diambil alihnya Goa Sunyaragi oleh kami, untuk menghindari pro dan kontra yang berkepanjangan, bukan berarti menguasai dan menutup , Hal tsb dilakukan hanya 1 ( satu ) hari saja, Setelah itu kegiatan berlangsung normal seperti biasa. Jadi tidak benar jika ada yang  mengisukan bahwa Goa Sunyaragi dalam status quo, ditutup dan disegel tanpa batas waktu yang ditentukan. Buktinya hari ini sudah buka normal, bahkan kemarin hari Sabtu dan Minggu ramai sekali pengunjung “ujarnya,

Ketika dikonfirmasi lebih jauh,  Pangeran Gumelar sebagai tokoh yang dituakan dan diberi mandat langsung oleh  Sultan Sepuh dan keluarga besar  Keraton Kasepuhan tsb, diberi kewenangan  sementara untuk mengambil tindakan tindakan yang diperlukan antara lain, mengoprasionalkan sementara Goa Sunyaragi ,  menyatakan bahwa masalah Gua Sunyaragi saat ini sudah clear aman sudah tidak ada masalah lagi, dan sudah berjalan normal dibuka kembali seperti sediakala, karena tempat tsb adalah objek wisata sekaligus situs budaya, “Hanya satu hari saja off karena ada peralihan managment.”

 Kemudian menyangkut tempat tsb yang katanya akan dijadikan sebagai tempat Gelar Seni & Budaya, beliau mengatakan, benar dan fihak keraton sudah memberi izin  penuh 3 hari kepada pihak panitya secara tertulis, dan menjamin keamanan penyelengaraan acara tsb.

“Tempat ini kan terbuka untuk umum, siapapun   boleh menggunakan tempat tsb , apalagi ini untuk kepentingan Seni dan Budaya, yang akan mengangkat marwah budaya dan kehormatan Cirebon & Kasundaan. Sudah pasti diizinkan, bahkan kami semua ikut mensuport penuh.Justru jika ada yang mengatasnamakan Keluarga Keraton yang tidak mendukung , tolong agar datang kepada saya dengan baik baik, jangan berbicara terus di media. Karenahal tsb tidak sesuai dengan adat tradisi Keraton, yang mengutamakan,musyawarah keterbukaan dan kekeluargaan. Tidak malah menjadikan image seolah-olah keraton itu, gaduh, keruh dan kisruh dll di hadapan publik. Padahal tidak demikian adanya. Hal tsb sangat memalukan  kami sebagai keluarga besar Keraton. “tuturnya

            “Ibarat menepuk air di dulang, memercik muka sendiri. Karena sebagaimana pernah dikatakan Abah Anton Charliyan tokoh budaya Jawa barat, bahwa Keluarga Keraton merupakan panutan, publik figur masyarakat, sehingga saya harap semua keluarga bisa bersikap lebih dewasa, bahkan harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat, karena keluarga besar keratonlah yg seharusnya menjadi etalase dlm rangka membangun jiwa gotong royong sbg akar budaya bangsa, yg diwujudkan dlm bentuk  Kerukunan ,  soliditas dan rasa kekeluargaan yg tinggi. jangan sampai malah sebaliknya, ketika berbicara Keraton malah yg nyaring terdengar itu , perpecahan, kegaduhan dan carut marutnya saja.

Selaras dengan pernyataan Patih Sepuh dan Abah Anton dari Ketua Projo Jabar joni Suherman , Ketua Laskar Siliwangi Cirebon Silvy, panglima lasykar Agung macan Ali Cirebon Prabu Diaz, Sesepuh Paguron Pajajaran Pusat Uyut Sani Wijaya, sepakat mendukung digelarnya Festival seni dan budaya di Goa Sunyaragi Cirebon tsb. Apalagi surat rekomendasi dari satgas covid kabupaten sudah dikeluarkan dan dukungan dari Pemda pun sangat responsif. Bahkan jika di Keraton tidak bisa di Pemda pun siap memfasilitasi.  Kami harap dari fihak TNI Polripun ikut sama sama mendukung acara tsb.

“Untuk masalah internal Keraton Insya Allah sedang kami bereskan , tidak akan lagi dikaitkan dengan penyelenggaraan gelar budaya tsb. Masa orang lain aja yng dari luar Keraton mendukuang penuh , di Keraton sendiri bikin kisruh , kan malu, pungkas Patih Sepuh. Justru dengan adanya Gelar seni & budaya ini , otomatis akan mengangkat Seni & Tradisi Kasundaan dan Kacirebonan serta akan menjadi daya tarik tersendiri dalam peningkatan aspek pariwisata daerah, baik secara nasional maupun international. Karena yang akan diundang adalah para Raja dan Sultan se Nusantara, sehingga sangat tepat jika tempatnya pun di komplek keraton. Selain itu diundang pula para pengusaha travel dan transportasi  serta perwakilan perwakilan negara asing yang ada di Indonesia, yang tentu saja akan berdampak pada ekonomi kerakyatan masyarakat di Kota Cirebon dan Jawa Barat secara keseluruhan.”pungkasnya. (REDI MULYADI)****

 

 

Post a Comment

0 Comments