Diduga Tidak Pakai Pondasi, Pekerjaan Damparit di Desa Bojong Khawatir Tidak Tahan Lama


Pangandaran LHI

Proyek pengembangan sumber sumber air pembangunan (Damparit) bersumber dari DAK 202, dengan nilai anggaran Rp 114000,000,- yang dikerjakan oleh kelompok tani Sri Mukti III Bojong, yang berlokasi di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaranm menuai protes dari warga setempat.

Salah satu warga yang tidak bersedia disebutkan namanya menilai, pembangunan proyek drainase tak akan bertahan lama, karena dalam pengerjaannya yang saat ini masih berlangsung di lokasi tersebut diduga tak menggunakan pondasi.

“Bagaimana mau tahan lama kalau dikerjakan saja seperti ini, dinding drainase saja tidak menggunakan pondasi bagaimana mau kuat, yang saya khawatirkan belum lama dibangun nanti sudah roboh lagi, kan sayang buang buang anggaran, papar salah satu warga sekitar yang dibincangi di kediamannya, Kamis, (30/9/2018).

Warga berharap kepada pihak pelaksanan pembangunan proyek damparit tersebut untuk dikerjakan sebagaimana mestinya yang telah diatur dalam ketentuan RAB, jelasnya.

Sementara Ketua Kelompok tani Sri Mukti III Sahindi (70) mengatakan, pekerjaan proyek engembangan sumber sumber air atau damparit yang di kerjakan secara sewa kelola oleh kelompok tani Sri Mukti III ini sudah sesuai dengan RAB.

Sahindi menjelaskan, terkait pondasi di gambarnya juga tidak ada, dinding saluran akan kuat oleh lantai dengan ketebalan 10 cm, jadi jangan khawatir.

Masih kata Sahindi, beruntung pekerjaan ini berjalan dengan cepat, saat ini pekerjaan sudah mencapai 75%< sementara anggaran sebesar Rp 114,000,000 baru turun Rp 27,500,000.

Percepatan pekerjaan ini karena di dana talangi oleh material, jadi kalau menghitung proges, ini sudah lebih, pungkasnya.

Di tempat berbeda Koko Kovandi selaku Kepala Desa Bojong membenarkan adanya proyek pembangunan damparit ke kelompok tani Sri Mukti III, saat ini pekerjaannya masih berjalan.

Koko menyayangkan kurangnya komunikasi dari pihak kelompok tani dengan Pemerintah Desa.

Sejujurnya, kata Koko, saya sbagai Kepala Desa merasa senang dengan adanya bantuan damparit kepada kelompok tani Sri Mukti III Bojong, namun harapan saya banyak banyak komunikasi dengan Pemerintah Desa.

Dari dimulainya pekerjaan hingga saat ini, pihak kelompok tidak ada komunikasi, apakan cair atau belum anggarannya kami tidak tahu sama sekali karena tidak ada laporan, pungkasnya. (AS)*

 

Post a Comment

0 Comments