Kisah Sedih Seorang Janda Asal Cilacap, Diduga Dicekoki Miras Dan Di Perkosa Oleh Tetangga Hingga Melahirkan

Kab. Cilacap, LHI.

Nasib malang menimpa seorang janda yang berprofesi sebagai tukang pijat berinisial H (39) menjadi korban dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pria bejat yang merupakan tetangga sendiri hingga melahirkan. Hal itu di sampaikan korban pemerkosaan inisial H, yang merupakan warga Dusun Kalenanyar RT 2/12 Desa Rawa Apu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Fakta miris terungkap dugaan pemerkosaan terhadap janda yang ini, disaat H melahirkan seorang bayi laki laki seberat 2.6 Kg di Puskesmas Kalipucanag pada hari Jum'at 21 Mei 2021 kemarin. Kejadian dugaan pemerkosaan ini sekitar bulan November 2020, Kata H kepada awak media LHI di kediamannya, Minggu (30/5/2021).

Kronologinya seperti ini pa, ungkap H, awalnya sekitar jam 21:00 WIB sekitar bulan November 2020, saya mendapat telepon dari seseorang berinisial W yang merupakan tetangga saya, waktu itu ada dia menyebutkan yang mau di pijat, hanya saja permintaan dia di pijat di salah satu penginapan yang ada di wilayah pantai Karapyak Pangandaran. "Awalnya saya menolak karena sudah terlalu malam (alim lah tos wengi), dengan bahasa Sunda, namun W setengah memaksa sambil memohon mohon, karena kasian akhirnya saya pun ikut dengannya di bonceng pake sepeda motor, jelas H.

Masih kata H, sesampainya di Karapyak justru saya malah di suruh masuk ke dalam mobil truk dan di paksa meminum minuman keras hingga saya setengah hilang kesadaran atau mabuk. Setelahnya saya mabuk akibat di cekoki minuman keras saya di bawa ke salah satu penginapan di daerah Karapyak dan di paksa untuk melayani napsu birahinya.

"Sesudahnya melakukan tindakan bejat tersebut, dalam keadaan tidak sadarkan diri saya di hantar dan di geletakin di sebuah Pos Ronda RT 1/12 Dusun Kalenanyar yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya, paparnya. Setelahnya kejadian itu, saya baru mengetahui hamil sekitar 4 bulan, dan saya pun minta pertanggung jawaban, namun W malah meminta saya untuk menggugurkan kandungan dan memberikqn uang Rp 2 juta untuk biayanya, namun saya menolaknya dan atas kejadian itu saya pun melahirkan seorang anak laki laki.

Sementara Eha (55) Ibunda H mengaku tak terima atas perbuatan W yang menimpa kepada anaknya. Kepada media Eha meminta W segera datang dan bertanggung jawab atas kelakuan bejatnya.

"Apabila tidak bertanggungjawab atas kelakuannya kepada anaknya, saya tidak segan segan untuk melapor kepada pihak kepolisian, karena atas perbuatan W anak saya melahirkan seorang anak yang tak jelas status ayahnya, jelas Eha. Tak hanya itu, H juga mengalami trauma yang cukup berat lantaran apa yang dialaminya begitu membekas, pungkasnya. Hingga pemberitaan ini, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari W, dikarenakan lagi di luar kota. (AS)

Post a Comment

0 Comments