Jalan Tikus Menjadi Jalur Alternatif Para Pemudik di Pangandaran


Pangandaran LHI

Hari kedua diberlakukan larangan Mudik lebaran Idul Fitri 1442 H, warga di Pangandaran masih biasa hilir mudik jalur jalan tikus penyebrangan di Pangandaran tanpa ada penyekatan petugas.

Jalur tikus menjadi jalur alternatif  pemudik pada hari kedua setelahnya di berlakukan larangan mudik lebaran 1442 H, warga masih terlihat hilir mudik melintasi penyebrangan tanpa ada petugas yang melakukan pengetatan di wilayah itu.

Dari pantauan LHI, tampak lenggang beberapa warga hilir mudik melintasi penyebrangan di wilayah Desa Maruyungsarisari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, peyebrangan tersebut merupakan perbatasan antara Jawa Barat- Jawa Tengah. Jumat (7/5/221)

Seorang warga Maruyungsari, Fitri (20) mengatakan, bahwa Ia akan pergi ke Jawa tengah melalui penyebrangan perahu rakit.

Kepada media Fitri yang merupakan warga Maruyungsari mengatakan, sebenarnya takut melintas pake perahu rakit seperti ini, namun ini merupakan jalur alternatif untuk warga sini, jelasnya.

Fitri  menyampaikan, penyebrangan ini akses terdekat jika melewati jalur Pancimas Kalipucang jaraknya terlalu jauh, dan jalur ini juga biasa di gunakan pemudik.

Sementara ditempat berbeda, Saiman (63) warga Sukanegara menyampaikan bahwa Ia hendak pergi ke pasar Bulupayung di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap melalui penyebrangan lokasi tersebut.

"Sudah biasa saya ke pasar melalui penyebrangan ini dan kadang - kadang pemudik juga ada lewat sini," kata Saiman.

Sementara sebelumnya Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Padaherang, Kustiman menyampaikan, ini dilakukan untuk mengantisipasi pemudik melewati jalur jalan tikus penyebrangan yang berada di dua desa yakni, desa Maruyungsari dan desa Sukanegara.

Untuk itu, pihaknya mengecek ke lokasi, dan sampai hari ini (4/5/2021) tidak ada indikasi pemudik menyebrang."Hanya, ada aktivitas masyarakat yang hilir mudik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," ujar Kustiman kepada Tribunjabar.id disela-sela pengecekannya, Selasa (4/5/2021).

Misalkan, lanjut Ia, warga yang dari Jawa Tengah masuk ke wilayah Jawa Barat dan juga sebaliknya. Terutama, masyarakat Padaherang Jawa Barat dan Kedungreja, Cilacap, Jawa tengah.

Kustiman menegaskan, pihaknya bersama Satgas desa akan selalu menjaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pemudik yang melewati jalur tikus penyebrangan yang berada di Desa Maruyungsari dan Desa Sukanegara.

"Selain itu, Kami akan membuat Posko Satgas Covid-19 antisipasi pemudik di setiap penyebrangan di dua Desa tersebut."

"Ini merupakan satu upaya pencegahan yang dimungkinkan adanya pemudik yang menyusup jalan-jalan tikus penyebrangan," kata Kustiman. (AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments