Bupati Pimpin Rakor Kepulauan Meranti Menuju Kampung Kakap Putih Dengan Kapasitas 5000 KJA dan Produksi 2700 Ton

 


 

Meranti LHI

Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil SH, memimpin Rapat Koordinasi persiapan Meranti menjadi Kampung Kakap Putih di Indonesia, dalam Rakor bersama perwakilan Kementrian Kelautan dan Perikanan Ri dan Dinas KKP Provinsi Riau itu, Bupati siap mendukung program Budidaya Kakap Putih dengan Kapasitas 5000 Keramba Jaring Apung (KJA) dengan produksi 2700 Ton, bertempat di Aula Kantor Bupati Meranti, Kamis (18/3/2021).

Turut hadir dalam Rakor, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Toha Tusiadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Herman Mahmud, Asisten III Sekdakab Meranti H. Rosdaner, Kepala Bappeda Meranti Mardiansyah, Kepala Dinas Perikanan Meranti Eldi Syaputra, Perwakilan Direktorat Pembenihan Kementrian Keluatan dan Perikanan RI Ghani, Kabag Humas dan Protokol Meranti Rudi MH, dan sejumlah Pejabat terkait lainnya.

Rakor ini seperti dijelaskan Kepala Dinas Perikanan Meranti adalah tindak lanjut MoU antara pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Dinas KKP Provinsi Riau dan Pemkab. Meranti Tentang Kawasan Industrial Budidaya Kakap Putih, dalam pengembangan budidaya Kakap Putih di Provinsi Riau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dimana tindak lanjut dari MoU tersebut adalah dengan ditetapkannya Kabupaten Meranti sebagai Kampung Kakap Putih di Indonesia.

Sekedar informasi, Budidaya Ikan Kakap Putih merupakan program dari Kementrian KKP Republik Indonesia, dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai Negara pengekspor Ikan Kakap Putih Dunia. Untuk mensukseskan Kementrian KKP RI, akan menggelontorkan dana sebesar 215 Miliar yang akan digunakan untuk membenahi budidaya Kakap Putih hingga mewujudkan sistem bisnis budidaya laut ini secara terintegrasi, mulai dari subsistem di hulu hingga subsistem di hilir.

Untuk mensukseskan program ini Kementrian KKP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau akan membangun 5000 Keramba Jaring Apung di Meranti dimana tiap keramba terdapat 500 ekor bibit kakap putih yang nantinya akan menghasilkan 2700 Ton/Tahun.

Untuk lokasi Kampung Kakap Putih ini, Pemkab. Meranti telah memusatkan di Desa Bantar, Kecamatan Rangsang Barat, namun tidak tertutup kemungkinan untuk diperluas hingga ke Kecamatan Pulau Merbau menimbang dilokasi itu juga banyak terdapat Ikan Rucah sebagai pakan alami Kakap Putih.

Menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti H.M Adil, mengucapkan apresiasi kepada Kementrian KKP RI dan Dinas KKP Provinsi Riau yang telah menunjuk Kepulauan Meranti sebagai Kampung Kakap Putih di Indonesia.

Bupati mengaku akan mendukung penuh program Kementrian KKP tersebut, dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nelayan di Meranti. Lebih jauh dikatakan Bupati program ini juga sejalan dengan rencananya yang akan mencoba mengalihkan pola Nelayan Tangkap menjadi Nelayan Budidaya yang saat ini dinilai lebih menjanjikan.

Selanjutnya Bupati berharap Kampung Kakap Putih ini nantinya bukan hanya terpusat di Desa Bantar tapi juga Pulau Merbau dan Kecamatan lainnya yang memiliki ekosisten serupa sehingga budidaya Kakap Putih di Meranti dapat dilakukan lebih masif.

Terakhir, Bupati H.M Adil, berharap keseriusan dari Kementrian KKP RI dan Dinas KKP Provinsi Riau untuk mensukseskan progam ini mulai dari penyediaan bibit, pembinaan Kelompok Nelayan Meranti, hingga segi Industri dan pemasarannya.

Sebagai wujud komitmen Pemkab. Meranti dalam mendukung program Kampung Kakap Putih tersebut, pada kesempatan itu Bupati Adil, langsung meneken ketersediaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembibitan Kakan Putih yang berada di Desa Gogok Darusalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas KKP Provinsi Riau, Herman Mahmud, menjelaskan dipilihnya Meranti sebagai Kampung Kakap Putih, didasari oleh Maping dari Dinas KKP Provinsi Riau yang menyatakan Meranti memiliki sumber Pakan alami Kakap Putih yang berlimpah, selain itu jauh dari Centra Produksi benih sehingga untuk pengadaan bibit harga lebih mahal dan resiko kematian tinggi.

Untuk mensukseskan program Kampung Kakap Putih ini, Dinas KKP Provinsi Riau juga akan menggelontorkan dana sebesar 2.8 Miliar. Herman berpesan kepada Dinas Perikanan Meranti untuk tetap menjaga pelestarian Pakan Alami Kakap Putih (ikan lomek.red) sehingga budidaya dapat berkelanjutan.

Selain itu juga dalam pemilihan kelompok masyarakat Nelayan, Herman Mahmud meminta harus kelompok yang Qualified sehingga target yang ingin dicapai dapat terwujud.

Sekedar informasi, dalam kesempatan itu seperti dijelaskan Kadis Perikanan Meranti, Eldi Syaputra, untuk mendukung program ini pihak Kementrian KKP RI juga menyerahkan 25 Unit KJA, dan kedepan masih ditahun 2021, Dinas KKP Provinsi Riau dan Direktorat Jendral Budidaya Perikanan Kementrian KKP akan menambah bantuan 192 Jaring Apung lagi. (Humas Pemkab. Meranti/ ADV/ RAMLI ISHAK)***

 

Post a Comment

0 Comments