Tiga LSM di Kepulauan Meranti Berterima Kasih Kepada Media LINTAS HUKUM INDONESIA Yang Bantu Publikasi

 


Meranti LHI

Setelah bergulirnya berita di media-media online di Meranti maupun di Riau dengan adanya dugaan pemalsuan dokumen lelang di ULP Pokja atau tim penanganan masalah lelang di Pemda Kabupaten Meranti Riau tidak ada tindak lanjutnya dari Pemda Meranti melalui Sekda Meranti, malah Sekda Meranti memposisikan kepada Kabag Hukum untuk menelusurinya kasus dugaan proyek pembangunan puskesmas Teluk Belitung Kecamatan Merbau dengan pagu anggarannya Rp. 6. 969. 535. 482.90,- dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai yang tertera di papan plang proyek yang dimenangkan oleh PT. Kalber Reksa Abadi yang diduga dokumen palsu menurut narasumber yang layak dipercaya kepada LHI.

            M. Rafi salah satu ketua LSM meranti mengatakan kepada LHI “ Dimana fungsi pengawas di Pemda Meranti ?, apakah asal bapak senang (ABS) ?”, yang anehnya lagi dipapan plang proyek pembangunan puskesmas teluk belitung tersebut bertuliskan di plang pertama terteran nama Kejari Meranti sebagai pengawas proyek tersebut. Ada apa dan mengapa demikian? Apakah PPTK yang merekayasa? Inilah yang belum terjawab sampai bergulirnya berita-berita di media online Meranti maupun Pekanbaru, Riau dan media pusat.

Proyek-proyek pembangunan di meranti aroma korupsi merajalela karena pengawas sangat tumpul dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas. Seperti jeruk makan jeruk. Salah satu contohnya proyek pembagunan sekolah SMP 1 teluk beltung anggarannya sekitar 1,5 M dikorupsi, berbulan-bulan digoreng baru pelakunya tertangkap. Pembangunan rumah sekolah sangat rawan dikorupsi karena letak sekolah tersebut jauh dipulau-pulau di kecamatan  masing-masing. Pengawas DPRD pun tak berfungsi, titip menitip dana aspirasi kepada kepala dinas kata sumber yang layak dipercaya mengatakan kepada LHI.

Dengan adanya laporan tiga LSM Meranti yang melaporkan ke Kejati Riau dugaan pemalsuan dokumen lelang PT.Kalber Reksa Abadi supaya terbongkar aroma korupsi proyek tersebut. (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments