Saat Dijemput Petugas, Seorang Warga Yang Baru Datang dari Zona Merah Menolak Diisolasi


Pangandaran LHI
Sejak kemarin (Kamis 30/4/2020), masyarakat khususnya yang datang dari luar kabupaten diwajibkan mengikuti aturan pemerintah menjalankan isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan di masing masing desa, hal itu guna memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten Pangandaran.
Mirisnya, salah satu warga di wilayah Desa Karangbenda menolak untuk di isolasi, padahal dirinya baru datang dari zona merah beberapa hari yang lalu.
Namun yang paling santer, alasan warga tersebut bersetatus ODP menolak diisolasi karena merasa sehat, di sisi lain pemeriksaan isolasi mandiri ini berlaku untuk setiap warga yang masuk kabupaten Pangandaran tanpa terkecuali.
Salah satu anggota Satgas Gugus Tugas Desa Karangbenda menyampaikan, di saat petugas hendak menjeput warganya yang baru datang dari luar kota, di tolak mentah mentah oleh keluarga orang tersebut, dengan alasan anaknya yang baru datang bukan berasal dari zona merah. Rabu (06/05/2020)
Di saat hendak menjemput yang bersangkutan justru ayahnya yang marah marah karena tidak terima anaknya mau di isolasi,.
Anak saya datang dari perkampungan wilayah tasik, jadi tidak mungkin anak saya membawa virus corona, ungkap ayahnya kepada petugas dengan nada tinggi.
Di tempat yang berbeda Aep Ketua RT menjelaskan, saya sudah melaporkan terkait warganya yang baru datang dari luar kabupaten Pangandaran. Bahkan setelahnya dia tahu bahwa saya melaporkanya ke pemerintah desa dia malah memaki maki saya dengan bahasa yang kurang pantas, ungkap Aep.
Sementara itu, Kepala Desa Karangbenda Asep Kasih Senjaya melalui telepon selulernya membenarkan adanya penolakan dari salah satu warganya yang baru datang dari luar kabupaten Pangandaran untuk di isolasi, namun pihaknya akan meminta bantuan Babinkamtibmas untuk melakukan isolasi mandiri terhadap warganya. (AGUS S)

Post a Comment

1 Comments

  1. Hahahah.....aya keneh warga nu so,jago....😆 lucuuuu....

    ReplyDelete