Musi
Rawas, LHI
Belum usai adanya keluhan para guru
Sekolah Dasar (SD) yang bertugas di Kabupaten Musi Rawas terkait adanya "Pungutan
liar (Pungli)" sebesar Rp. 500 ribu per-guru untuk mengikuti pelatihan/
workshop belajar cepat matematika tahun 2018 lalu, bertempat gedung aula Bagas
Raya, yang ikuti 700 lebih guru sertifikasi,
Kali ini kembali
pihak mengatasnamakan Forum kepala sekolah ( K3S) bersama Koordiantor wilayah
Kecamatan( Korwil) dengan fasilitator
Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas mengadakan kegiatan sama, Tapi dengan
tema yang berbeda yakni Belajar pembuatan video digital, dimana setiap guru
sertifikasi harus kembali mengeluarkan kocek/uang sebesar Rp. 450 ribu, "
Iya benar mas, Kita kembali mengadakan workshop pembuatan video digital untuk
guru SD sertifikasi yang di Kecamatan Tugu Mulyo dan Kecamatan Purwodadi, Untuk
Kecamatan lainnya masih menunggu waktu, Dimama tujuan kita nantinya agar
para guru dapat berinovasi membuat alat peraga sendiri melalui komputer,
Karena sudah saatnya guru itu harus
bisa membuat video alat peraga sendiri saat mereka mengajar, Hal diutarakan
Sukasno Kasi GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas diruang kerjanya. Jumat
(18/1)
Menurut Kasno
panggilan keseharian mengatakan dasar pihak mengadakan kegiatan tertuang dalam
Perdikmen No 10 tahun 2018, Tentang guru sertifikasi, " Mengenai masalah
biaya yang guru mengeluarkan dana berapa
saya tidak tahu, Karena kita tidak mengelolah dana tersebut, karena itu
kesepakatan rapat forum guru (K3S) bersama KUPT kalau sekarang namanya
Koordiantor Kecamatan(Korwil)
" Kalau
ide/gagasan memang dari saya sebagai Kasi disini, Silahkan tanyakan langsung
kepada mereka masalah dana tersebut, untuk apa dan dikemanakan saja, Saya kira kegiatan ini sangat positif, dengan
harapan kedepan agar para guru SD
sertifikasi ini dan non sertifikasi ada perbedaan, bukan semata-mata uang
sertifikasi cuma untuk beli mobil, Tapi setidaknya juga harus meningkatkan SDM
mereka,"sindir Kasno
Sementara itu
ditempat berbeda, Tim Jurnalis berhasil mewawancarai sejumlah guru sertifikasi
mengatakan seyogya kegiatan semacam ini pihak mendukung penuh, Tapi kalau dana
workshop/pelatihan dibebankan kepada para guru ini yang harus dikaji ulang, "
Program ini bagus pak, Tapi berat di ongkos karena ada perintah dari Kepala
Sekolah (KS), pihak korwil dan pihak Disdik katanya, terpaksa kami ikut dan
mengeluarkan uang sebesar itu,"ungkapnya meminta namanya dirahasiakan.
Dia menuturkan bisa
dibayangkan kalo per-guru mengeluarkan uang sebesar itu, dikalikan dengan
guru SD yang sertifikasi Se-Kabupaten
Musi Rawas berapa dana terkumpul ratusan juta rupiah. Sedangkan saat ini
kebanyakkan guru jangankan mau membuat video, membuka komputer/Laktop masih ada
yang belum bisa,
" Kalo tidak
salah jumlah guru sertifikasi lebih dari 1000 orang, Tapi saya tidak tahu
jumlah total guru sertfikasi yang mengikuti waktu itu, tapi jumlah perserta membludak,"ungkapnya ( Agoes Kurniaone)


0 Comments