PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

Normalisasi Sungai Citapen Segera Dimulai, BBWS Siapkan Penanganan Sepanjang 850 Meter


 


Kota Banjar. LHI

Rencana normalisasi Sungai Citapen di kawasan lingkungan Sungai Citapeun, Desa Mekarharja, Kota Banjar, mulai memasuki tahap persiapan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat telah melakukan sosialisasi sebagai langkah awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Desa Mekarharja Kota Banjar. Senin (28/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mekarharja Drs. H. Saepuloh, Ali Kadafi bersama jajaran BBWS, serta masyarakat Desa Mekarharja.

Penanganan Sungai Citapen diharapkan dapat segera dimulai sebelum memasuki musim penghujan.

Normalisasi ini ditujukan untuk memperbaiki kondisi aliran sungai sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan aliran air untuk menunjang aktivitas pertanian.

Ali Kadafi mengatakan, pengukuran dan sosialisasi telah dilakukan sebagai bagian dari tahapan persiapan sebelum pekerjaan dilaksanakan.“Ini kita sudah melaksanakan pengukuran dan sosialisasi hari ini. Mudah-mudahan secepatnya, karena sebentar lagi memasuki musim hujan. Mudah-mudahan minggu-minggu ini kita sudah mulai,” ujar Ali saat diwawancarai awak media.

Ia menyebutkan, BBWS juga tengah mempersiapkan mobilisasi alat serta melakukan koordinasi agar pekerjaan normalisasi dapat segera dimulai.

Untuk tahap awal, normalisasi Sungai Citapen direncanakan mencakup alur sungai sepanjang kurang lebih 850 meter.

“Panjangnya sekitar kurang lebih 850 meter. Sementara kurang dari satu kilometer

Mudah-mudahan ke depannya tidak hanya sampai di sini, tetapi seluruh bagian yang selama ini membutuhkan penanganan bisa ter-cover,” katanya.

Ali menjelaskan, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara swakelola dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar satu bulan. Waktu pelaksanaan juga menjadi perhatian karena bertepatan dengan periode memasuki musim penghujan.“Ini pekerjaan swakelola. Mudah-mudahan paling satu bulanan, paling lama, karena kita juga menghadapi musim hujan,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, BBWS turut meminta dukungan masyarakat agar proses pekerjaan nantinya dapat berjalan tertib dan lancar. Dukungan warga dinilai penting karena masyarakat merupakan pihak yang akan merasakan manfaat langsung dari hasil penanganan sungai tersebut.

“Kami hanya meminta dukungan dan bantuannya, dalam arti menjaga ketertiban supaya nanti pekerjaannya bisa berjalan dengan lancar. Hasilnya nanti masyarakat juga yang menerima manfaatnya,” tuturnya.

Tak hanya berkaitan dengan kondisi aliran sungai, normalisasi Citapen juga diharapkan memberikan dampak terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Dengan aliran air yang lebih baik, produktivitas pertanian di kawasan tersebut diharapkan meningkat. Petani yang sebelumnya melakukan dua kali musim tanam dalam setahun diharapkan ke depan dapat meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali.

“Harapannya, dengan adanya rencana kegiatan normalisasi Citapen, ketahanan pangan bisa tercapai. Yang biasanya satu tahun panennya dua kali, mudah-mudahan bisa menjadi tiga kali,” ungkapnya.

Menurut Ali, peningkatan produktivitas pertanian tersebut diharapkan turut mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini tentunya mendukung ketahanan pangan pemerintah, yaitu swasembada pangan. Harapannya masyarakat nantinya bisa lebih sejahtera dari sisi ketahanan pangan itu sendiri,” pungkasnya.(ADE ARIS))

 

Post a Comment

0 Comments