PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

Menteri PKP Ara: BRI KUR Perumahan UMKM dan Pinjaman Pengusaha Material Lebih Rendah Dan Proses Cepat

Bandung, LHI,- Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menghadiri acara Sosialisasi KUR Perumahan di Balarea Plaza Summarecon Bandung. Acara ini merupakan bentuk "Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat" yang diinisiasi oleh Kementerian PKP, BP Tapera, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). 


Dari pantauan awak media Lintas Pena Media Group suasana dibuat tidak kaku, Ara kerap mengungkapkan untuk jangan terlalu serius dalam kegiatan tersebut. Masyarakat pelaku UMKM Bandung dan tamu undangan yang hadir tampak bersahaja dengan diselingi penyanyi membawakan lagu-lagu yang menggunggah semangat keceriaan.

Inilah poin-poin penting dari agenda dan hasil acara tersebut:

1. Pendorong KUR Perumahan bagi Ekosistem UMKM

Fokus Pemberdayaan: Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan ini ditujukan untuk memberikan akses pembiayaan murah dengan bunga ringan sebesar 6% per tahun. 

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa sasaran Sektor UMKM: Pembiayaan ini menyasar para pelaku ekonomi rakyat pendukung perumahan, mulai dari pengembang lokal, kontraktor kecil, hingga toko bahan bangunan.

Inisiasi Baru Menteri Ara mengusulkan program khusus bernama "Emak-Emak Naik Kelas" kepada BRI untuk menggerakkan partisipasi perempuan dalam UMKM sektor perumahan. 

2. Capaian Penyaluran Pembiayaan BRI di Bandung

Hingga tanggal 15 Juli 2026, BRI melaporkan telah berhasil menyalurkan Kredit Pemilikan Perumahan (KPP/KPR) sebesar Rp408 miliar kepada 2.109 debitur di wilayah Bandung dan sekitarnya. 

Secara nasional, penyaluran KPR subsidi BRI telah menyentuh angka Rp10,64 triliun untuk menyokong Program 3 Juta Rumah era Presiden Prabowo Subianto. 


Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)

3. Kemudahan Tambahan bagi Masyarakat (MBR)

Melalui komitmen bersama pemerintah daerah dan pusat, dipaparkan juga sejumlah insentif bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yaitu:

Bebas Pajak & Perizinan: Pembebasan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) serta penggratisan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung).

Tenor Lebih Panjang: Perpanjangan tenor KPR bersubsidi hingga 40 tahun agar nilai cicilan bulanan jauh lebih terjangkau. 

4. Rangkaian Agenda Menteri Ara Lainnya di Bandung

Sebelum menghadiri sosialisasi di Summarecon, Menteri Ara juga melakukan beberapa peninjauan strategis di Kota Bandung pada hari yang sama:

Rusun TOD Kiaracondong: Meninjau lahan aset milik PT KAI di Kiaracondong seluas 9.624 m². Kementerian PKP menggandeng PT KAI dan PT Astra International untuk membangun 1.000 unit rumah susun (Rusun) bersubsidi tipe 36 berkonsep Transit Oriented Development (TOD). 


DISPERKIM JABAR

Bedah Rumah (BSPS) di Bodogol: Meninjau langsung rumah warga penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Di Jawa Barat, target bedah rumah melonjak drastis hingga 45.213 unit dengan jaminan akurasi data tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS). 


Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)

Acara kolaborasi di Summarecon ini turut dihadiri oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. 

Saat wawancara dengan awak media, Ara sambil sumringah melemparkan pertanyaan dukung Argentina vs Inggris dan ia memiliki feeling bahwa Argentina akan menang melawan Inggris. Selain itu Ara mengingatkan untuk sepak bola piala presiden 2026 yang akan di mulai 25 Juli 2026 sebagai laga pembuka antara Persib vs Arema. 

"Jangan lupa tanggal 25 Juli Pembuatan piala Presiden antara Persib vs Arema, dukung Persib dong, saya investor Persib," pungkas Ara. (Eky AS)

Post a Comment

0 Comments