Sukamara , LHI
Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah menegaskan komitmen dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai program strategis berkelanjutan. Bupati Sukamara Masduki, Rabu 1 April 2026, menyampaikan hal tersebut saat memaparkan capaian dan strategi pemerintah daerah dalam Penilaian Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) melalui konferensi video.
“Kita terpilih menjadi salah satu dari 70 daerah di Indonesia yang mengikuti tahapan pemaparan kepala daerah dalam dimensi penurunan tingkat pengangguran,” kata Masduki di Sukamara.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penurunan pengangguran, tetapi juga berupaya menekan angka kemiskinan dan stunting secara bersamaan.
Dalam hal ini pemkab telah menyiapkan ataupun melaksanakan berbagai kebijakan dengan pendekatan kolaboratif bersama para pemangku kepentingan.“Tujuan kita jelas, bagaimana pengangguran bisa terus ditekan, bahkan kalau bisa mendekati nol. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” tegasnya.
Dalam paparannya, Masduki mengakui tantangan ketenagakerjaan di Sukamara masih dipengaruhi faktor klasik seperti rendahnya tingkat pendidikan, terbatasnya lapangan kerja, serta dominasi sektor informal. Selain itu, jumlah pencari kerja yang lebih besar dibandingkan ketersediaan lowongan juga menjadi kendala utama.
Meski demikian, Pemkab Sukamara telah serta terus menjalankan sejumlah program unggulan, mulai dari perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, penempatan tenaga kerja, hingga pemberdayaan UMKM dan promosi ekspor daerah.
Program pelatihan kerja dan kewirausahaan juga didorong untuk menciptakan lapangan kerja mandiri, termasuk pemberdayaan 40 pemuda melalui pengembangan kapasitas kewirausahaan.
Hasilnya, tren ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,95 persen pada 2024 menjadi 4,47 persen pada 2025. Jumlah penganggur juga menurun dari 1.770 orang menjadi 1.638 orang, sementara jumlah penduduk bekerja meningkat dari 33.957 menjadi 35.021 orang.“Penurunan ini sejalan dengan turunnya angka kemiskinan dari 4,14 persen pada 2024 menjadi 4,02 persen pada 2025,” jelas Masduki.
Berbagai langkah konkret terus diperkuat, seperti penyelenggaraan bursa kerja daerah, program padat karya, pengembangan sistem informasi pasar kerja, serta pelatihan berbasis kompetensi.Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama strategis melalui program pemagangan, pelatihan pelaku usaha, hingga pemberdayaan warga binaan.
Sebagai inovasi terbaru, Pemkab Sukamara siap meluncurkan program ‘Pakar Ciptakarya’ (Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja) pada 2026. Program ini ditujukan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi masyarakat penganggur dan setengah penganggur.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Sukamara optimistis mampu terus menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (HELEN / ANTARA) ***


0 Comments