Kota Banjar. LH
Anggota DPRD Kota Banjar Hj. Irma Darmawatie Bastaman, M.M, menggelar kegiatan reses Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di lingkungan Banjar Kolot RW 15 Kecamatan Banjar Kota Banjar. Selasa (31/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 orang masyarakat yang merupakan perwakilan dari PAC dan ranting setempat. Reses ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
Dalam keterangannya kepada awak media LHI, H. Irma menyampaikan bahwa reses kali ini merupakan bagian dari agenda rutin dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya.
“Ini reses saya di tahun sidang 2025, reses sidang kedua. Seperti biasa, saya berkeliling ke wilayah Kota Banjar, dan sekarang berada di sini. Alhamdulillah, aspirasi yang disampaikan masih seputar kebutuhan dasar seperti perbaikan jalan dan saluran air,” ujarnya.
Selain infrastruktur, H. Irma juga menyoroti potensi ekonomi lokal yang dinilai memiliki nilai jual tinggi. Ia mengungkapkan adanya kelompok pemuda di wilayah tersebut yang mulai mengembangkan budidaya pisang kafedi.
“Di sini ada pemuda-pemuda yang menjadi petani pisang kafedi. Ini menurut saya terobosan yang sangat baik. Jika mendapat dukungan dari dinas terkait, ini bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan karena nilai ekonominya tinggi, bahkan berpotensi ekspor, apalagi jika dikembangkan secara organik,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, H. Irma mengaku siap membantu dari sisi pembinaan hingga pemasaran. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menjamin pembelian hasil panen petani.
“Saya support, saya bantu bibit dan pupuknya. Nanti hasil panennya juga siap saya beli. Ini bentuk komitmen saya agar petani punya kepastian pasar,” tegasnya.
Terkait banyaknya usulan pembangunan dari masyarakat, H. Irma menekankan pentingnya skala prioritas dalam penggunaan anggaran daerah, terlebih di tengah kondisi keuangan yang harus dikelola secara efektif.
“Kalau kondisi anggaran terbatas atau defisit, maka harus first thing first. Prioritaskan yang paling dibutuhkan masyarakat seperti jalan, fasilitas umum, dan fasilitas sosial. Pembangunan yang tidak mendesak sebaiknya ditahan dulu,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil reses ini akan dirangkum dan diperjuangkan agar dapat diakomodasi oleh dinas terkait.
“Semua aspirasi ini akan saya resume dan sampaikan ke dinas-dinas terkait. Ini murni masukan dari masyarakat, jadi harus diperjuangkan agar bisa direalisasikan,” katanya.
H. Irma berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat terus terjalin dengan baik dalam mewujudkan pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Pembangunan itu harus yang membahagiakan masyarakat, yang memang mereka butuhkan. Dengan begitu, hasilnya bisa benar-benar dirasakan,” pungkasnya.(ADE ARIS/JASMAR)****


0 Comments