Labuhanbatu,LHI
Sejak sebulan yang lalu, kepulan asap hitam pekat yang keluar dari cerobong asap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Regional II Perkebunan Ajamu di Desa Teluk Sentosa Kec.Panai Hulu Labuhanbatu sangat meresahkan warga masyarakat yang berada di sekitar pabrik pengolahan kepala sawit tersebut, terutama mengganggu kesehatan.
Karena seringkali terjadi, menuai reaksi keras dari masyarakat. Warga sekitar mengaku resah dan khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap kesehatan (pernafasan), juga karena debu dari asap itu mengotori dalam rumah.
"Kepulan asap hitam pekat dari cerobong asap PKS Ajamu tebal kali. Bahkan debunya sampai masuk ke rumah, mengotori lantai, pakaian hingga makanan. Kami takut dampaknya mengganggu pernafasan, menimbulkan penyakit paru-paru, apalagi anak-anak,"ujar seorang warga Desa Teluk Sentosa.
Karena sering terjadi kepulan asap hitam pekat yang keluar dari cerobong asap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Regional II Perkebunan Ajamu tersebut, maka sejumlah warga banyak yang merekam/memvideokannya, kemudian memposting di media sosial seperti FB seperti postingan akun FB milik Aidil Eka dan Subhan Siregar yang sempat viral.
Menurut keterangan warga sekitar PKS, bahwa kepulan debu hitam tersebut diduga berasal dari proses pembakaran boiler yang tidak berjalan optimal. Minimnya pengendalian emisi disinyalir menjadi penyebab utama munculnya asap pekat yang kini menjadi sorotan publik.Sejumlah warganet pun ramai-ramai mengecam kondisi ini melalui media sosial. Mereka mendesak agar pihak perusahaan segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengolahan limbah udara, serta tidak mengabaikan keselamatan masyarakat sekitar.
Subhan Siregar, pegiat sosial berdomisili di Dusun IV Desa Teluk Sentosa tak jauh dari lokasi PKS PTPN IV Regional II Ajamu mengatakan, "Kita sudah risih juga, debu yang diduga berasal dari PKS PTPN IV Ajamu itu makin menggila, apalagi sebelum lebaran kemaren, debunya kasar- kasar bahkan duduk sebentar di teras rumah kelihatan berjatuhan di baju. Kami masyarakat juga berharap hal-hal seperti ini jangan didiamkan, karna dugaan kita dapat mencemari udara dan menyebabkan sakit pada saluran pernapasan." jelasnya.
Karena itu, masyarakat sekitar PKS PTPN IV Regional II Ajamu meminta instansi terkait untuk turun tangan melakukan inspeksi langsung. Dugaan pencemaran udara ini dinilai tidak bisa dianggap sepele, mengingat potensi dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang, seperti gangguan pernapasan hingga penyakit kronis lainnya.(KHAJALI YAHYA)***


0 Comments