Bengkalis,LHI
Polres Bengkalis menggelar apel peluncuran penggunaan tanjak dan selempang bagi personel sebagai bentuk pelestarian budaya Melayu sekaligus penguatan identitas institusi dalam pelaksanaan tugas.Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis, Ilham M. Nur, Wakapolres Bengkalis, serta para pejabat utama dan personel Polres Bengkalis.
Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, dalam sambutannya menegaskan bahwa penggunaan tanjak bagi personel laki-laki dan selempang bagi personel perempuan bukan sekadar atribut seragam, melainkan simbol penghormatan terhadap adat dan budaya Melayu yang menjadi jati diri masyarakat setempat.
“Penggunaan tanjak dan selempang merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Melayu yang harus tercermin dalam sikap dan perilaku anggota Polri,” ujarnya.
Menurutnya, tanjak melambangkan marwah, keteguhan prinsip, dan kebijaksanaan dalam bertindak. Sementara selempang menjadi simbol amanah dan tanggung jawab yang harus dijaga dengan integritas.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar menjunjung tinggi kehormatan institusi, mengedepankan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa simbol adat yang dikenakan harus selaras dengan pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Melalui penerapan atribut budaya tersebut, Polres Bengkalis berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan lembaga adat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bengkalis. (KABIRO AULA ACHMAD)****.


0 Comments