Banjar LHI
Akumulasi ketidakpuasan warga Kecamatan Langkaplancar dan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, terhadap pelayanan listrik akhirnya disampaikan secara resmi kepada PT PLN (Persero) ULP Banjar. Desakan tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar Senin (2/2/2026), yang berujung pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perbaikan layanan kelistrikan.
Audiensi tersebut berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) ULP Banjar dan dihadiri langsung oleh Kepala ULP Banjar, Fajar Maulana Fahrizal, S.T., serta Emis Misbahudin, S.Pd, selaku Koordinator Forum Energi Squad yang mewakili masyarakat Langkaplancar–Cigugur.
Dalam kesepakatan tersebut, PLN ULP Banjar menyatakan komitmennya untuk melakukan serangkaian langkah perbaikan menyeluruh guna mengurangi gangguan listrik yang selama ini dikeluhkan warga.
“PLN menyadari bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, masukan dan keluhan warga menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” kata Fajar Maulana Fahrizal dalam audiensi tersebut.
Fokus Perbaikan Jaringan dan Gardu
Berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani, PLN ULP Banjar akan melakukan pemeliharaan jaringan secara menyeluruh, termasuk pengecekan kabel dan tiang listrik di titik-titik rawan gangguan.
Selain itu, PLN juga akan melakukan pembersihan jalur jaringan listrik atau right of way dengan memangkas dahan pohon yang berpotensi menimbulkan korsleting, terutama saat cuaca ekstrem.
Tak hanya itu, PLN berkomitmen meningkatkan kapasitas jaringan melalui penggantian komponen atau material yang sudah tua, serta melakukan peninjauan ulang beban gardu agar distribusi daya lebih stabil di wilayah Langkaplancar dan Cigugur.
Respons Gangguan Dipastikan Lebih Cepat
Kesepakatan juga mencakup peningkatan respons penanganan gangguan mendadak. PLN akan mengoptimalkan koordinasi tim teknis di lapangan dan memperkuat jumlah serta kinerja pegawai di dua kecamatan tersebut.
Untuk mempercepat penyampaian informasi, PLN dan masyarakat sepakat menggunakan grup WhatsApp sebagai media komunikasi langsung, sekaligus menggelar program “Sapa Warga” melalui kegiatan kemasyarakatan untuk sosialisasi kelistrikan.“Kami ingin ada komunikasi dua arah yang cepat dan terbuka. Warga tidak lagi merasa diabaikan saat terjadi gangguan,” ujar Emis Misbahudin.
Target Khusus Jelang Ramadan
Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah optimalisasi pemeliharaan jaringan secara berkala, khususnya menjelang Bulan Ramadan. PLN menargetkan langkah awal perbaikan dilakukan maksimal 7 x 24 jam pasca-audiensi.
Nota Kesepahaman ini berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan, hingga perbaikan layanan dinilai benar-benar optimal.
Aspirasi Warga Akhirnya Tersampaikan
Forum Energi Squad menilai audiensi ini sebagai momentum penting setelah akumulasi ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan kelistrikan selama bertahun-tahun.“Yang terpenting hari ini, suara warga Langkaplancar dan Cigugur didengar dan ditindaklanjuti. Kami berharap komitmen ini benar-benar diwujudkan di lapangan,” tutup Emis.
Dengan adanya kesepakatan ini, masyarakat berharap gangguan listrik yang kerap terjadi dapat diminimalisir, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ibadah warga dapat berjalan lebih lancar. (AS) ****


0 Comments