PAN Jabar

PAN Jabar
Marhaban Ya Ramadhan

DPRD Kota Banjar Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-23, Teguhkan Semangat “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”



Kota Banjar. LHI

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjar menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kota Banjar Tahun 2026, yang dilaksanakan di Gedung Dewan Singa Perbangsa DPRD Kota Banjar. Sabtu (21/02/2026).

Rapat paripurna berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat atau yang mewakili, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XIII, serta Wali Kota Banjar Sudarsono beserta istri dan Wakil Wali Kota Banjar Dr. H. Supriana, M.Pd. beserta istri.

Turut hadir Bupati Pangandaran Citra Fitriyami, S.H, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, perwakilan dari Cilacap, Garut, Cirebon, Kuningan dan Kota Tasikmalaya, unsur Forkopimda Kota Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjar, Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Jawa Barat, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, para akademisi, Forum Peningkatan Status Kota Banjar, para kepala perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa se-Kota Banjar, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan Pers serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, WaliKota Banjar Ir. H. Sudarsono mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Banjar.“Atas nama Pemerintah Kota Banjar, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendiri Kota Banjar. Semoga segala usaha dan pengabdian beliau menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peringatan tahun ini merupakan tahun kedua masa jabatan pasangan Sudarsono–Supriana periode 2025–2030. Mengusung tema “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”, Pemerintah Kota Banjar berkomitmen membangun masyarakat yang mandiri, aman, sejahtera, agamis, dan inovatif.

Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,54 poin, meningkat dari 75,01 poin pada 2024.

Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 5,26 persen dari 5,44 persen, sementara angka kemiskinan turun menjadi 5,73 persen dari 5,85 persen.

Selain itu, capaian kinerja Program Berdaya mencapai 98,94 persen dengan realisasi anggaran sebesar Rp81,56 miliar.

Pemerintah Kota Banjar juga berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 16 kali berturut-turut.

Di bidang inovasi, sepanjang 2025 telah dikembangkan 92 inovasi daerah. Desa Kujangsari pun berhasil meraih predikat desa berkinerja terbaik dalam Lomba Desa Gapura Sri Baduga Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 dan memperoleh stimulus Rp1 miliar.

Gubernur Jabar Banjar Harus Tumbuh dengan Karakter

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M menyampaikan, apresiasi atas capaian pembangunan Kota Banjar yang dinilai menunjukkan arah yang positif dan progresif.

Ia menekankan bahwa tema “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa” harus dimaknai sebagai komitmen membangun daerah yang tidak hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga memperkuat karakter dan budaya masyarakat.

Menurutnya, sebagai kota perbatasan yang strategis, Banjar memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah selatan Jawa Barat. Namun, pertumbuhan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal, budaya Sunda, serta semangat gotong royong.

Gubernur juga mendorong agar Pemerintah Kota Banjar terus memperkuat pelayanan publik, membuka ruang investasi yang sehat, serta memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Ketua DPRD Masagi Bukan Sekadar Slogan

Sementara itu, Ketua PLT Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir.

Ia menegaskan bahwa penetapan 21 Februari sebagai Hari Jadi Kota Banjar telah dikukuhkan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2003.

Menurutnya, “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa” bukan sekadar slogan seremonial, melainkan arah kebijakan dan komitmen moral dalam membangun Kota Banjar.“Masagi adalah filosofi tentang keutuhan dan keseimbangan. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia, akhlak, pendidikan, ekonomi rakyat, serta memperkuat nilai budaya dan spiritualitas,” tegasnya.

Rapat paripurna ditutup dengan ajakan untuk terus memperkuat kebersamaan, kolaborasi dan komitmen dalam mewujudkan Kota Banjar yang maju, adil, sejahtera, agamis dan inovatif.

Dengan semangat Masagi dan tekad Tumbuh Istimewa, Kota Banjar diharapkan semakin kokoh sebagai kota perbatasan yang berkarakter, someah, dan membanggakan bagi generasi kini dan mendatang.(ADE ARIS)****

 

Post a Comment

0 Comments