PemkabOKU Selatan

PemkabOKU Selatan
Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Disbudpar Gelar Sawala 2026, Mazeinda Langsung Dilantik Menjadi Ketua Dewan Kebudayaan Kota Bandung

Kota Bandung, LHI - Mazeinda terpilih menjadi Ketua Dewan Kebudayaan Kota Bandung (DKKB) bersama 6 pengurus lainnya setelah secara terbuka melalui proses pemilihan langsung dalam kegiatan Sawala Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 di Pendopo Kota Bandung, Kamis  (12/2).


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung sebagai leading sektor dimana Forum tahunan ini menjadi momentum penting untuk menata ulang arah pemajuan kebudayaan sekaligus memilih kembali tujuh anggota Dewan Kebudayaan Kota Bandung (DKKB) melalui mekanisme musyawarah terbuka.


"Sawala merupakan ruang partisipasi masyarakat dalam pemajuan kebudayaan daerah di Kota Bandung," tutur Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan.


Forum ini berfungsi sebagai pranata kebudayaan yang memediasi gagasan, mensosialisasikan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), serta menyelaraskan strategi kebudayaan dengan program kerja pemerintah.


Ia menjelaskan, pelaksanaan Sawala merupakan amanat Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 dan Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 45 Tahun 2025 yang mewajibkan penyelenggaraan musyawarah kebudayaan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.


Menurut Irwan, Sawala di Kota Bandung telah melalui beberapa tahapan penting. Pada 2024, Sawala perdana menghasilkan tujuh anggota DKKB masa bakti 2024–2027 melalui mekanisme voting.


Kemudian pada 2025, forum ini berfokus pada evaluasi tata kelola Sawala dan pendalaman tindak lanjut PPKD pada objek tradisi lisan, ritus, dan pengetahuan tradisional, sekaligus mencetuskan gagasan Sawala sebagai ritus kota.


Memasuki 2026, ekosistem kebudayaan Bandung menghadapi dinamika baru setelah seluruh anggota DKKB sebelumnya mengundurkan diri.


Berdasarkan ketentuan Perwal, pengisian kembali posisi tersebut harus diputuskan melalui mekanisme Sawala.


“Sawala tahun ini menjadi ruang musyawarah yang inklusif untuk menjaring aspirasi sekaligus memilih tujuh anggota DKKB baru untuk masa bakti empat tahun ke depan, serta merumuskan amanah Sawala sebagai panduan kerja strategis,” ujar Irwan.


Sebagai bagian dari persiapan Sawala, Disbudpar juga telah melakukan penjaringan aspirasi publik melalui media sosial Instagram sejak 22 Januari hingga 3 Februari 2026.


Dari 114 responden, terhimpun tujuh amanat utama warga Bandung untuk DKKB yang baru, yaitu integritas, keberpihakan pada akar rumput dan seniman sepuh, regenerasi melalui pendidikan budaya, penguatan riset dan penyelamatan aset sejarah, sinergi dengan pemerintah, adaptasi terhadap budaya digital, serta menjaga kearifan lokal secara holistik.


Terkait kegiatan ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, kebudayaan tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang stagnan, melainkan harus dinamis, namun tetap berada dalam kemapanan agar tidak menimbulkan kekacauan.


Di sisi lain, Farhan menyebut Pemkot Bandung berencana melakukan kajian untuk memisahkan secara tegas nomenklatur pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan.


“Pariwisata itu berbasis ekonomi, ekonomi kreatif berbasis industrialisasi, sementara kebudayaan berbasis rasa. Kota yang maju secara kebudayaan adalah kota yang birokrasinya memiliki rasa aktif,” ujar Farhan.


Ia juga menuturkan, gerakan kebudayaan tidak boleh menunggu birokrasi. Menurutnya, justru birokrasi yang harus mengikuti dinamika masyarakat budaya.


Farhan mencontohkan persoalan sampah sebagai salah satu tantangan yang membutuhkan pendekatan budaya, bukan semata pendekatan regulasi dan teknologi.


“Selama ini kita dididik dengan slogan buanglah sampah pada tempatnya. Sekarang tempatnya sudah tidak ada. Maka paradigma harus diubah menjadi ‘sampah hari ini habis hari ini’. Ini tidak bisa diselesaikan dengan undang-undang, tapi lewat pembudayaan,” katanya.


Farhan memastikan, proses pemilihan DKKB melalui Sawala murni dari hasil musyawarah para pelaku budaya tanpa intervensi politik maupun kepentingan bisnis.


“Ini bukan ajang politik dan bukan ajang bisnis. Kalau Dewan Kebudayaan tercemar kepentingan politik dan bisnis, maka output-nya juga akan tercemar,” tegasnya.


Peserta Sawala terdiri dari unsur pemerintah, perwakilan sumber daya manusia kebudayaan dari 10 objek pemajuan kebudayaan, lembaga kebudayaan, serta masyarakat umum.


Pemkot Bandung berharap terpilih anggota DKKB yang memiliki kapabilitas, integritas, dan legitimasi kuat di masyarakat, sekaligus melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pembangunan Kota Bandung yang berkelanjutan berbasis kebudayaan.


Mazeinda Terpilih menjadi Ketua DKKB Kota Bandung bersama 6 pengurus inti yang di hitung melalui pemilihan langsung. 7 orang terpilih langsung dilantik hari itu juga dan memaparkan program yang akan dilaksanakan. 


"Saya akan menampung semua lapisan kebudayaan yang ada di Kota Bandung untuk bersama-sama dimasukan ke dalam program kebudayaan di Kota Bandung," kata Mazeinda.


Menjelang acara berakhir, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc. menyempatkan hadir usai perjalanan dinas luar dari Jakarta. Dengan penuh antusias ia menyaksikan proses pelantikan ke-7 pengurus DKKB terpilih. 


Usai dilantik, Ia menyampaikan selamat dan sukses kepada 7 pengurus DKKB yang baru dilantik dan memastikan bahwa program DKKB adalah bagian progam utama berada di bawah kedinasannya untuk bersama - sama di laksanakan. (Eky AS-Jbr)

Post a Comment

0 Comments