Meranti LHI
Ketua Lembaga Ikatan Pencinta Kedaulatan Rakyat mengatakan kepada media ini baru baru ini mengatakan, Jembatan Tebing Tinggi Barat yang menghubungkan Desa Insit dengan Desa Alai Mekong tersebut patah total lagi jatuh ke pantai , sehingga menghambatnya aktivitas kilang kilang pengusaha sagu dan kilang arang bakau, yang berada di hulu sungai tersebut.
”Kejadian ambruknya jembatan itu sudah sejak 1 tahun yang lalu, hingga sekarang tidak upaya perbaikan dari pemerintah, yang mengakibatkan perekonomian masyarakat pun sangat terganggu,”ujarnya
Dia menjelaskan, kilang pengusaha sagu untuk memasukan bahan baku yaitu tual tual sagu untuk meneruskan ke kilang sagu tersebut terhambat karena patahnya jambatan tersebut jembatan penyebrangan Desa Insit menuju Desa Alai Mekong adalah infrastruktur yang dibangun oleh kabupaten induk yaitu Kabupaten Bengkalis sebelum pemekaran menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dengan patahnya jembatan tersebut ini sangat menghambat juga lalu lintas masyarakat dan pedagang kecil membawa dagangan dagangannya ke desa desa untuk kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat terpaksa antri menunggu kempang penyebrangan untuk meneruskan perjalanannya ke desa desa antar kecamatan. sehingga masyarakat terpaksa meroggoh kantong untuk membayar tambang penyebrangan karna terbatasnya kempang penyebrangan.
Sebenarnya dalam hal ini Pemerintah Provinsi Riau harus segera membangun fasilitas kepentingan masyarakat umum, sifatnya sangat mendesak. Oleh sebab itu Ketua Lembaga Ikatan Pencinta Kedaulatan Rakyat mengatakan lagi kepada media ini ! suara wakil rakyat harus tanggap dalam hal tersebut, karena ini adalah menyangkut perekonomian masyarakat (Ramli Ishak Kabiro LHI Kab Meranti)


0 Comments