PemkabOKU Selatan

PemkabOKU Selatan
Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Pemkab Cilacap Alokasikan Anggaran Sebesar Rp.29,1 Miliar Tahun Anggaran 2026 untuk Pembangunan Infrastruktur Pengairan, Drainase, serta Peningkatan Layanan Air Minum

 



Cilacap. LHI

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mengalokasikan anggaran sebesar Rp29,1 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk pembangunan infrastruktur pengairan, drainase, serta peningkatan layanan air minum. Selasa(20/01/2026).Anggaran tersebut dikelola melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap.

Dari total anggaran tersebut, kegiatan akan dibagi ke dalam 104 paket pekerjaan. Rinciannya meliputi pembangunan drainase sebanyak 52 paket pekerjaan dengan nilai Rp6,68 miliar, irigasi dan air baku 32 paket senilai Rp5,01 miliar, serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebanyak 6 paket pekerjaan dengan anggaran Rp1,57 miliar. Selain itu, terdapat pula pembangunan sekretariat sebanyak 14 paket pekerjaan dengan total nilai mencapai Rp15,8 miliar.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menegaskan, agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan Dinas PSDA dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Harapannya, program ini dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian, pengendalian banjir, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Syamsul saat menghadiri apel pagi bersama di Dinas PSDA Cilacap.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA Cilacap Bambang Tujiatno mengungkapkan, bahwa permasalahan genangan dan banjir masih kerap terjadi, baik di wilayah perkotaan maupun di sejumlah kecamatan.

Ia lanjut mencontohkan kejadian tanah longsor di wilayah Majenang beberapa waktu lalu yang mengakibatkan kelebihan air di area persawahan.

“Di beberapa lokasi terdapat saluran pembuangan atau avur yang mengalami sedimentasi tinggi sehingga rawan tersumbat. Kondisi ini tentu membutuhkan solusi yang berkelanjutan,” ungkap Bambang.

Oleh karena itu, pada tahun 2026 pihaknya memfokuskan penguatan infrastruktur pengairan, drainase, dan SPAM. Pengelolaan infrastruktur tersebut akan dibagi ke dalam empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), yakni UPTD Majenang, Sidareja, Jeruklegi, dan Kroya, dengan porsi pekerjaan terbanyak berada di wilayah UPTD Majenang.

Berdasarkan data Dinas PSDA Cilacap, dari total luas irigasi Kabupaten Cilacap sebesar 64.391 hektare, baru 45,10 persen saluran yang berada dalam kondisi baik. Sementara itu, 54,90 persen lainnya mengalami kerusakan berat. Kerusakan paling signifikan terjadi pada saluran pembuang atau drainase makro yang mencapai 90,18 persen dari total panjang lebih dari 3,28 juta meter.

Namun demikian, kondisi drainase di wilayah perkotaan relatif lebih baik. “Sebanyak 93,37 persen jaringan drainase perkotaan berada dalam kondisi layak,” jelas Bambang.

Dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini, Dinas PSDA juga akan disertai dengan imbauan kepada masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dari sampah serta merawat bangunan infrastruktur yang telah dibangun.“Partisipasi masyarakat sangat penting agar bangunan infrastruktur pengairan dapat terawat dan berfungsi optimal dalam jangka panjang,” tegas Bambang.

Di sektor pelayanan dasar, capaian akses air minum aman di Kabupaten Cilacap menunjukkan tren yang positif. Saat ini, akses air minum aman telah menjangkau 53,29 persen penduduk atau setara dengan 333.632 sambungan rumah, melampaui target sebelumnya yang sebesar 52,64 persen.(ADE ARIS)****

Post a Comment

0 Comments