Riau - LHI
Korupsi di Riau baru-baru ini sangat menghebohkan, tepatnya di Provinsi Riau maupun di Kabupaten sangat mengemparkan kalangan masyarakat Provinsi Riau.Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan berkatnya dan ketegasan Bapak Presiden Prabowo memberantas korupsi di Indonesia, banyak oknum pejabat Gubernur dan Bupati maupun Kepala-Kepala Dinas di jajaran Pemerintah Daerah diperiksa oleh penegak hukum (KPK) ada yang sudah menjadi tersangka dan ada juga yang masih tahap pemeriksaan berkali-kali masih abu-abu yang sampai saat ini belum ada penjelasan terjaringya puluhan oknum di pemda Meranti – Riau.
Dalam melakukan aksi tindak pidana korupsi tentu saja tidak dilakukan secara individu melainkan secara “Berjamaah” alias bersama-sama, lihat saja saat penangkapan pelaku korupsi umumnya tidak seorang diri, karena melibatkan banyak orang.
Tindak pidana korupsi digolongkan dalam kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) juga termasuk kedalam golongan tindak pidana khusus, sehingga memerlukan langkah-langkah yang lebih ekstra untuk memberantasnya.
Jika korupsi menggurita di jajaran oknum pejabat maka cikal bakal masyarakat dililit kemiskinan pun semakin nyata dikarenakan uang APBD hanya tinggal tulang – belulang.
Di Meranti Pihak Vertikal pun juga diduga membangun gedung kantor dan dermaga menggunakan sumber dana APBD Meranti tahun 2025, sedangkan untuk membangun infrastruktur jalan poros untuk kepentingan masyarakat terkendala, baik itu antar kecamatan maupun ke kabupaten sampai ke perangkat wilayah desa-desa jalan poros untuk kepentingan umum pun sangat memprihatinkan. Seperti jalan poros di Desa Kuala Merbau menghubung Desa Renak Dungun serta Desa Tanjung Bunga dan Desa Baran Melintang termasuk jalan poros yang berada di depan Kantor Camat Pulau Merbau rusaknya semakin parah. Termasuk juga pulau rangsang di Kecamatan Rangsang Pesisir jalan poros Desa Telesung menghubung Desa Tanjung Kedabu rusaknya juga semakin parah sangat menghambat perekonomian masyarakat.
Setiap tahunnya, Pulau Rangsang dan Pulau Merbau tebing pulaunya semakin menipis di gilas ombak Selat Malaka-Malaysia, sudah puluhan tahun belum mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pulau Rangsang dan Pulau Merbau adalah pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Meranti-Riau. Pulau tersebut berhadapan langsung dengan Selat Malaka-Malaysia, pulau-pulau terluar adalah tanggung jawab pemerintah pusat.
Pulau Merbau melindungi Pulau Padang Kecamatan Merbau Teluk Belitung penghasil minyak bumi diolah perusahaan ternama di Riau sudah puluhan tahun lamanya minyak mengalir dari perut bumi di Meranti-Riau. Pulau Rangsang melindungi Pulau Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi Barat di Meranti juga penghasil minyak bumi, mengapa belum mendapat perhatian dari pemerintah pusat?
Ketua Lembaga Ikatan Pecinta Kedaulatan Rakyat megatakan kepada Media ini “ Jika pemerintah pusat tidak ada perhatian terhadap dua pulau tersebut cikal bakal dua pulau tersebut akan menjadi alur Selat Malaka. ”
Untuk mengatasi hantaman ombak Selat Malaka di Pulau Rangsang dan Pulau Merbau akibat dari abrasi runtuhnya tebing pulau tersebut adalah batu geronjong besar penyanggah ombak dan ini harus dana yang bersumber dari pusat yaitu APBN, dana daerah tak mampu untuk membangun 2 pulau tersebut!
Kalau soal potensi penghasilan, Kabupaten kep. Meranti-Riau sangat mendukung di segi pembangunan seperti hasil minyak bumi sudah puluhan tahun digarap oleh perusahaan ternama di Riau, hasil kayu alam juga dan hutan kayu bakau yang di ekspor ke Luar Negeri oleh pengusaha bermodal besar serta hasil perkebunan rumbia sagu yang dikirim ke Pulau Jawa, Cirebon dan masih banyak peghasilan lain lagi di Meranti.
Dari hal tersebut timbul banyak pertanyaan ditengah-ditengah masayarakat, mengapa pembangunan di Meranti miskin? Apakah petinggi –petinggi di Riau korupsi berketurunan? (KABIRO LHI - RAMLI ISHAK)


0 Comments