Kota Bandung, LHI,- Perhatian khusus datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H Raden Tedi, ST., M.M. salah satu kader Partai PAN terbaik yang kini menjabat kali kedua periode dapil SMS (Subang, Majalengka, Sumedang).
"Pertama saya menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada seluruh korban terdampak banjir dan longsor di wilayah Jabar terutama longsor di Anjarsari Kabupaten Bandung. Kita tidak boleh menyalahkan intensitas hujan yang masih cukup tinggi, ini sebagai bahan evaluasi bersama mulai pendirian bangunan serta pengolahan dan pemanfaatan alam semesta," ungkap Raden Tedi (10/12).
Ia menanggapi apa yang dicetuskan Gubernur Jabar KDM terkait Bandung dimungkinkan akan tenggelam. Alih fungsi lahan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor serta terjadinya genangan air di setiap sudut Bandung Raya.
Raden Tedi menekankan pentingnya Pemprov Jabar untuk meriset ulang tata ruang total se-Bandung Raya pasalnya satu sama lain antar Kota-Kabupaten itu menjadi saling berdampak akan bencana Banjir dan longsor.
"Bencana alam wajib dipikul secara bersama-sama agar seluruh pembangunan selaras dengan keamanan alam. Penting semua orang untuk menanam beberapa pohon baik disetiap pekarangan rumah dan lingkungannya sebagai penyerap air untuk keberlangsungan kehidupan," paparnya.
Ia berharap kejadian bencana alam banjir besar Sumbar, Sumut, dan Aceh tidak terjadi di Jawa barat. DPRD Jabar siap berkolaborasi dengan Pemprov Jabar guna membahas secara rinci antisipasi dan merencanakan pembangunan infrastruktur yang aman tidak menimbulkan dampak bencana alam banjir dan longsor.
"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menjaga ekosistem lingkungan sesuai peruntukannya sekaligus memperkuat stabilitas alam. Semua upaya harus kita gerakkan seirama bersama - sama demi keamanan dan keselamatan mutlak Jawa Barat," pungkas Raden Tedi. (Eky AS)


0 Comments