![]() |
| Foto Bersama Senyum Gurih Sumringah Para Pejabat Di Ruang Wakil Rakyat DPRD Jabar Usai Rapat Paripurna APBD 2026 Disetujui, KDM Fokus Tuntaskan Infrastruktur Jabar |
Bandung-Jabar LHI – Di dalam ruangan rapat paripurna wakil rakyat DPRD Provinsi Jawa Barat, telah resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
Lantas kapan Rahayat Jawa Barat dimakmurkan menikmati "Bru Di Juru, Bru Di Panto Ngalayah Di Tengah Imah teh? Apakah ini merupakan lagu lama setiap Gubernur atau Kepala Daerah. Bukan kah rakyat menunggu disejahterakan sektor ekonominya. Rakyat Jabar sangat jelas sangat membutuhkan lapangan pekerjaan yang layak bisa memenuhi kehidupan yang berkecukupan. Namun entahlah siapa lagi pemimpin di Indonesia yang benar-benar Istiqomah dapat fokus menomorsatukan kemakmuran kehidupan rakyatnya.
Kalimat "Rejeki Bru Di Juru, Bru Di Panto, Ngalayah di tengah Imah" kerap diucapkan oleh KDM saat berkampanye Pilgub 2024 lalu hampir di setiap Kota-Kabupaten se-Jawa Barat. Hingga kini makna kata itu belum dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Jawa Barat atas hasil pembangunan Jabar dibawah kepemimpinan KD-Erwan jelang akhir tahun 2025.
Ade A. Sumarna (43) warga Banjar seorang pemerhati dan penggiat sosial merasakan hal yang sama akan kesulitan hidup dan menerangkan bahwa masyarakat banyak menantikan gebrakan Sang Gubernur Jabar KDM dengan Wagubnya H. Erwan untuk fokus kepada kesejahteraan kemakmuran rakyat Jabar termasuk masyarakat di Kota Banjar yang hingga saat ini sangat sulitnya memperoleh lapangan pekerjaan selain di Banjar selalu memandang predikat UMR terendah se-Jabar.
"Saya yakin dan kita semua salut atas sepak terjang Bapak KDM-Erwan memimpin Jabar tetapi kalimat yang sering dilontarkan beliau saat kampanye Bru Di Juru, Bru Di Panto, Ngalayah di Tengah Imah Rahayat Jabar sampai saat ini sangat belum terasa dan arah pembangunan Jabar malah lebih fokus ke pembangunan infrastruktur. Saya rasa hal ini tidak ada bedanya dengan gubernur, wakil, kepala daerah yang sebelumnya," tutur Ade.
Tak dipungkirinya bahwa membangun itu perlu infrastrukur yang bagus akan tetapi ia bertanya-tanya, kenapa tidak langsung fokus merealisasikan peningkatan kemakmuran masyarakat Jabar lebih ke sektor ekonomi. Adapun persoalan infrastruktur bisa sambil berjalan saja.
Ade akan merasa lebih bangga jika Gubernur dan Wagub Jabar semisal membuat pabrik otomotif dan lainnya di BUMD kan dan atau menggaet investor dan mengkhususkan penyerapan tenaga kerja berKTP rakyat Jabar dalam pengentasan pengangguran.
Selain itu menurutnya jika KDM-Erwan mampu menciptakan pabrik-pabrik raksasa hingga dapat ekspor produk asli Jabar baik berupa kendaraan, otomotif, elektronik dan lainya sebagai wujud pembuktian dari kata-kata "Bru Dijuru Bru Dipanto Ngalayah ditengah Imah Rahayat Jabar Istimewa", tidak mustahil KDM-Erwan bisa menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dimasa mendatang yang mampu Memakmurkan Rahayat Jawa Barat dan Rakyat Indonesia.
"Ya saya sangat bangga memiliki Gubernur Jabar dan Wagub Jabar yang sering memberikan kepedulian kepada rakyat akan tetapi akan lebih sangat bangga dan selalu hormat apabila Pak KDM-Erwan dapat segera mampu membuktikan dan memprioritaskan kemakmuran rakyat secara ekonomi. Adapun masalah sektor lainnya jika rakyat Jabar sudah sejahtera berkecukupan logikanya masalah lainnya akan terasa ringan dan teratasi oleh masing-masing rakyatnya," harapnya.
APBD 2026 Pendaprov Jabar telah mendapat Persetujuan ditandai dengan penandatanganan bersama dan penyampaian pendapat akhir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Kamis (20/11/2025).
Orang nomor satu di Jawa barat, KDM menegaskan bahwa fokus pembangunan Jawa Barat pada 2026 diarahkan pada penyelesaian infrastruktur dasar, terutama perbaikan jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota.
Lantas ia menyebut Pemdaprov Jabar menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai di atas 90 persen, bahkan diharapkan bisa menembus 95 persen, dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,8 triliun."Kita ingin mencapai tingkat kemantapan di atas 90 persen, mudah-mudahan bisa 95 persen. Alokasinya Rp4,8 triliun," ujarnya.
Selain pembangunan jalan, Pemdaprov Jabar juga mengalokasikan hampir Rp.500 miliar untuk pembangunan unit sekolah baru sebagai upaya memperluas akses pendidikan.
Di sektor kesehatan, KDM menyampaikan rencana pembangunan rumah sakit daerah baru di Kabupaten Indramayu sebagai salah satu langkah memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat."Kemudian kita ingin membangun unit sekolah baru, yang ini hampir ada Rp500 Miliar, kemudian kita juga mendorong tumbuhnya rumah sakit daerah baru, ini rencana kalau ngga salah di Indramayu," ujarnya
Penanganan banjir turut menjadi perhatian melalui pembangunan infrastruktur daerah aliran sungai. Pemerintah provinsi juga menyiapkan anggaran untuk penyelesaian program listrik bagi masyarakat miskin senilai Rp78 miliar serta pembangunan penerangan jalan umum sebesar Rp473 miliar.
KDM menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut menjadi kerangka prioritas pembangunan tahun 2026.“Ini adalah kerangka-kerangka prioritas,” kata KDM.
Ia menambahkan, fokus pada prioritas tersebut membuat sejumlah perangkat daerah perlu mengurangi kegiatan yang dinilai kurang relevan.
Menurutnya, beberapa organisasi perangkat daerah di Jawa Barat harus "puasa" dari program-program yang dianggap tidak penting dan diarahkan untuk mendukung agenda strategis pembangunan."Birokrasi di Jabar di beberapa OPD puasa. Puasanya tidak lagi ada kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan, yang bagi kami tidak begitu penting," jelasnya.
KDM juga menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penguatan pembangunan desa. Sejumlah ruas jalan desa akan dibangun menggunakan sistem beton dengan pola swadaya. Pemdaprov Jabar akan menyediakan bahan baku dan teknologi, sementara masyarakat desa tetap memperoleh upah.
Skema ini diharapkan mampu memperluas penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal."Orientasinya adalah memperbanyak jumlah tenaga kerja di desa. Bahan baku dan teknologinya disiapkan Provinsi Jabar, dan mereka tetap kita beri upah," katanya.
Gubernur KDM menilai bahwa seluruh upaya pembangunan harus dilakukan dengan kerja keras mengingat adanya peningkatan belanja APBD dari rencana awal sebesar Rp28 triliun menjadi Rp30,1 triliun.
Ia menyebut terdapat "angka mimpi" sebesar Rp2,1 triliun yang harus dicapai untuk memastikan seluruh program dapat berjalan optimal. KDM juga menegaskan pentingnya keyakinan dalam bekerja, bukan sekadar menjalankan rutinitas, karena menurutnya keyakinan sering kali mengalahkan kepandaian.
"Ada angka mimpi Rp2,1 triliun yang harus diraih. Saya tidak mau orang kerja hanya rutinitas. Orang berhasil adalah yang bisa mewujudkan sesuatu yang dianggap tidak mungkin. Keyakinan akan mengalahkan kepandaian," tegasnya.
Dalam paripurna tersebut, KDM turut menyampaikan pandangannya terkait dua raperda tambahan yang diajukan bersamaan, yakni Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Raperda Penggunaan Sumber Daya Air Permukaan.
Ia menyatakan bahwa kedua raperda ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendapatan daerah. KDM berharap pembahasannya dapat dipercepat agar segera memberikan dampak pada peningkatan pendapatan asli daerah."Kalau cepat pembahasannya, kedua raperda ini akan menjadi jalan bagi kita untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendapatan daerah," ujarnya
Mengakhiri pendapat akhirnya, Gubernur KDM mengajak seluruh anggota DPRD Jawa Barat untuk terus memperkuat kerja sama dalam mewujudkan target-target pembangunan yang sudah direncanakan.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh mimpi dan harapan pembangunan Jawa Barat dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan DPRD."Untuk itu mohon pada para anggota DPRD semuanya, kita terus berkerja sama mewujudkan seluruh mimpi yang belum diraih, dan mewujudkan seluruh harapan yang ingin kita capai bersama," pungkasnya. (Eky AS)


0 Comments