![]() |
| Program NGADOOR masuk kedalam rangkaian Hari Jadi Kota Bandung Ke-215 |
Biben Fikriana sebagai tim utama sekaligus bertindak mengkhitan anak-anak pada program Pemkot Bandung Ngadoor (Ngakhitan Door to Door) menyampaikan kepada PT lintas Pena Media Group bahwa ada satu anak yang berkebutuhan khusus sebagai peserta Ngadoor dan telah disunat di dahulukan untuk menjaga kondusifitas.
Biben mengungkapkan untuk pelaksanaan program Ngadoor di Kecamatan Cibiru diberikan 3 ruangan tindakan khitan, jadi lebih enak dan kondusif bagi para anak yang di khitan juga dapat lebih fokus di masing-masing ruang tertutup. Hal ini jelas sangat mengurangi kepanikan secara psikologis anak-anak menjadi lebih tenang dan tergolong sedikit yang menangis saat di sunat.
Diterangkannya terkait jarak ruangan tindakan khitan dan ruang tunggu cukup jauh sehingga ke semua tim dan peserta pelaksanaan ngakhitan lebih tenang dan lancar.
"Alhamdulillah dari 20 anak hanya sekitar 3 anak saja yang menangis saat proses khitanan. Banyak pihak keluarga dan anak yang mendokumentasikan video dan foto mengatakan pas waktu disunatnya engak sakit.
Kemudian Biben kembali menjelaskan, semua anak yang disunat dipastikan langsung kering beberapa saat dan mengenakan celana. Hanya saja ia menyarankan agar anak-anak dan keluarganya agar tidak terlalu aktif dikarenakan ada kejadian seorang anak terlalu gembira setelah disunat merasa baik-baik saja kemudian bermain terlalu aktif dan jatuh mengakibatkan sobek di bagian tepat alat vitalnya yang disunat sehingga menimbulkan pendarahan.
"Tim Ngadoor bergegas mendatangi rumah anak dimalam hari karena kejadiannya pas malam setelah siangnya dikhitan. Kami langsung memperbaiki bagian sobek dan menjahitnya kembali dengan peralatan khusus yang sudah disiapkan dan kembali seperti semula. Ini menjadi pelajaran bagi semuanya dan kami selaku kepanitiaan pelaksana program Ngadoor siap siaga apabila terjadi hal demikian sesuai nama programnya kan Ngadoor Ngahitan Door To Door memberikan pelayanan ekstra bagi masyarakat Kota Bandung, apabila terjadi hal demikian untuk segera langsung menghubungi kami tim Ngadoor" papar Biben Fikriana.
Ia menyarankan kepada semua anak yang baru dikhitan untuk sementara waktu jangan bermain sepeda, main bola dan hal lainnya yang dapat mengakibatkan gangguan kepada area penis si anak.
"Kami juga aktif melalui jejaring media sosial, ada admin yang memposting update setiap kejadian sebagai edukasi agar program Ngadoor ini lancar dan diharapkan semua orang tua dan keluarganya untuk mengawasi dan menjaga anaknya yang baru di khitan," imbuhnya.
Biben mengakui setiap program terdapat kekurangan dan kelebihan untuk menjadi bahan evaluasi tahun berikutnya. Ia berharap untuk fasilitas pendukung dan anggaran progam Pemkot Bandung Ngadoor dapat ditingkatkan seiring direncanakan pada tahun 2026 akan mengkhitan sebanyak 500 anak.
Hal tersebut gayung bersambut disampaikan Edo selaku tim pelaksana program Ngadoor, bahwa setelah dijalani terdapat hal-hal diluar dugaan. Ia berharap pada tahun 2026 program Ngadoor akan lebih siap sedia segalanya lebih mumpuni demi kelancaran dan kesuksesan program Ngadoor secara berkelanjutan.
"Secara keseluruhan kami tim pelaksana program Ngadoor Pemkot Bandung terus sigap memberikan pelayanan Paripurna demi keamanan dan kenyamanan para anak yang kami khitan gratis ini. Begitu pula memberikan obat-obatan yang premium akan tetapi sekali lagi kami mengingatkan kepada para anak dan keluarganya untuk tetap berhati-hati setelah dikhitan terutama jangan sampe terjatuh," harap Biben Fikriana.
Sementara itu Wakil Wali Kota Bandung Dr. H. Erwin, SE., M.Pd. dan Camat Cibiru, Agus Rahman, S.H di karenakan bersamaan dengan kegiatan lainnya tidak dapat membersamai selama acara Ngadoor berlangsung di Kantor Kecamatan Cibiru.
Adapun sebagai perwakilan Camat Cibiru di mandat khusus kepada Kasi Kesos, Agus Mulyana, SE.
"Kegiatan ini sangat baik, karena dapat membantu warga Kota Bandung pada umumnya khususnya warga Kecamatan Cibiru untuk masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, kita semua tahu bahwa biaya khitan cukup memberatkan pasti bagi mereka yang kurang mampu," ujar Agus Mulyana.
Disampaikannya bahwa dengan adanya program Ngadoor (Ngakhitan Door To Door) adalah semuanya gratis sehingga pendapatan yang dimilikinya bisa dipergunakan untuk kebutuhan yang lain.
"Alhamdulillah kan setiap anak yang dikhitan diberi hadiah mobil off road remot control, paket nasi syukuran, dan lainnya. Program ini juga mendidik anak - anak untuk mengetahui pentingnya kebersihan diri agar ibadah yang dilakukan Syah secara syari. Harapannya mudah mudahan program ini menjadi agenda tahunan dan jumlah pesertanya diperbanyak, semoga anak yang di khitan menjadi anak yang Soleh, berbakti kepada orangtua, agama bangsa dan negara," pungkas Agus Mulyana. (Eky AS)






0 Comments