Bandung, LHI,- BNPB Indonesia melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Bencana (Rakortek PB) BNPB – BPBD wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Tengah Tahun 2025 di eL Hotel Kota Bandung, Selasa (23/9/2025).
RAKORTEK BP BNPB - BPBD wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Tengah dihadiri juga oleh Sekda Jabar Herman Suryatman.
Kepada awak PT Lintas Pena Media Group, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun dan Plt. Biro Perencanaan BNPB sekaligus sebagai Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Andria Yuferryzal, SE., M.Si masing - masing memberikan penjelasan.
Kalak BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun
"Jadi Rakorteknis ini diselenggarakan oleh BNPB bersama BPBD Indonesia wilayah Barat dan Tengah terdiri dari 19 BPBD Provinsi dan beberapa BPBD Kabupaten Kota. Alhamdulillah Jawa barat di tunjuk sebagian tuan rumah, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami," kata Teten.
Diakuinya sinkronisasi perencanaan program pusat dengan daerah tentu saja hal yang penting. Secara umur Pemdaprov Jabar sebagai tuan rumah berharap agar sering digelar kegiatan serupa di Jawa barat. Selain secara keilmuan penanggulangan bencana dapat diserap terdapat dampak baik kepada pelaku UMKM, perhotelan dan usaha lainnya.
"Rakertek akan membedah 5 kedeputian mulai dari perencanaan dan segala macam terkait penanggulanan bencana. Jawa barat sampai dengan saat ini adalah etalase bencana boleh dikatakan juara bencana wae. Adapun bencana tertinggi saat ini bansol atau banjir dan longsor sekitar -+1080 lebih yang terjadi," papar Kalak BPBD Jabar Teten Ali Mulku Engkun.
Plt. Biro Perencanaan BNPB sekaligus sebagai Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Andria Yuferryzal, SE., M.Si
"RAKORTEK ini lebih kepada penggabungan renstra program - program pusat dan daerah serta Kabupaten Kota. Secara teknis lebih kepada mitigasi potensi bencana sehingga program yang ada dipusat harus sinkron dengan ditingkat daerah," terangnya.
Titik kerawanan potensi bencana alam adalah Jawa barat Multi hajat.
"Kita hanya berdoa kepada Allah semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Kalau saya menyebut secara nama spesifikan potensi bencana di Kabupaten - Kota ini, nanti akan gaduh. Jadi di Jawa barat ini seluruh potensi bencana alam ada di sini, Jawa barat Multi hajat," papar Andri Yuferryzal.
Menyikapi terkait bahaya bencana alam Sesar Lembang ia menegaskan masih hot karena sekian tahun energinya belum keluar sehingga potensinya itu masih tinggi dan sesar Lembang adalah salah satunya yang harus kita dilakukan mitigasi. (Eky AS Jbr)





0 Comments