DPRD OKU Selatan

DPRD OKU Selatan
Marhaban Yaa Ramadhan

Ramli Ishak : Jalan Poros Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir Rusaknya Parah, Perlu Mendapat Perhatian Dari Pemerintah

 

 

 


Meranti LHI

Desa tanjung kedabu kecamatan rangsang pesisir jalan poros rusaknya semakin parah, bertahun-tahun belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Jalan poros desa tanjung kedabu menghubung puluhan desa-desa di kecamatan rangsang pesisir dan kecamatan rangsang barat di kabupaten kepulauan meranti.

Kecamatan rangsang barat dan rangsang pesisir adalah termasuk pulau rangsang di meranti. Pulau rangsang adalah pulau terluar yang berhadapan langsung dengan selat malaka malaysia. Setiap tahun pulau rangsang tebing pantainya runtuh ke laut di lembur ombak selat malaka malaysia.

Pulau terluar adalah tanggung jawab pemerintah pusat, gubernur riau merupakan perpanjangan tangan pusat, DPR RI adalah utusan riau sebagai wakil rakyat, timbul pertanyaan kita semua mengapa pulau terluar belum mendapat perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat.?

Pulau rangsang dan pulau merbau adalah pulau terluar yang berhadapan langsung dengan selat malaka malaysia, setiap tahun pulau tersebut amblas.

Ketua lembaga ikatan pecinta kedaulatan rakyat mengatakan kepada LHI di selatpanjang, pulau rangsang memiliki potensi penghasilan seperti perikanan, pertanian, perkebunan, hasil hutan kayu alam yang digarap oleh perusahaan ternama di riau.

Kabupaten kepulauan meranti penghasil minyak bumi di pulau tebing tinggi barat dan pulau padang teluk belitung, kecamatan merbau dan kecamatan tasik putri puyu penghasil kayu alam yang diolah oleh pt ternama di riau.

Provinsi riau penghasil gas dan minyak bumi terbesar di blok rokan riau, mengapa pembangunan di kabupaten meranti ini miskin ? seperti jalan poros di kabupaten meranti pulau rangsang, dan pulau merbau dan termasuk jalan poros pulau padang teluk belitung baru setakat pengerasan. Jalan poros tersebut tergenang air apabila hujan turun, jika hari terik atau panas debu-debu jalan berserakan ini sudah puluhan tahun belum tersentuh aspal goreng.

Menurut keterangan tokoh masyarakt sungai rangsang kepada LHI dilapangan, masyarakat rangsang sudah banyak pindah berusaha ditempat lain seperti di kota batam, tanjung balai karimun serta pekanbaru dan masyarakatnya juga banyak bekerja di malaysia negara tetangga. (RAMLI ISHAK)

Post a Comment

0 Comments