DPRD OKU Selatan

DPRD OKU Selatan
Marhaban Yaa Ramadhan

Proyek Bangunan Perpustakaan Meranti Seperti Permainan Yoyo alias Bongkar Pasang Plang


Meranti LHI

Hasil pantauan LHI dilapangan di Jl. Perumbi Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti tepatnya pada Tanggal 11 Agustus 2023 jam 08.00 wib, tampak proyek pembangunan sebuah perpustakaan terhenti proyek pekerjaannya.

Menurut pantauan dilapangan, pekerjaan tersebut hanya terlihat tumpukan material bangunan seperti halnya beberapa semen dan pasir yang berada di lokasi serta besi-besi yang berserakan di tepi Jalan Perumbi Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi, Selatpanjang.

Sewaktu LHI berada di lokasi pembangunan proyek bangunan di Jalan Poros Perumbi di Kota Selatpanjang, para pekerja proyek tersebut sudah tidak ada lagi alias bubar hanya lokasi proyek tersebut yang terbengkalai terlihat dilapangan.

Pagu anggaran proyek pembangunan perpustakaan tersebut sebesar Rp. 9.635.555.362.24 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang anehnya lagi plang proyek pertama yang dipasang dilokasi proyek tersebut sudah tidak terpasang lagi, dimana raibnya plang tersebut? Dan ada permainan apa dalam plang tersebut? Seperti permainan Yoyo!

Proyek didalam kota saja bongkar pasang plang seperti proyek bangunan perpustakaan tersebut apalagi proyek yang  jauh dari pusat kota keberadaanya seperti di desa-desa, lebih parah lagi permainannya salah satu contohnya proyek pariwisata di Desa Lalang Darul Takzim Kecamatan Tebing Tinggi Barat yaitu pariwisata Tasik Nambus dengan pagu anggarannya sebesar Rp. 1.5 M yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),.

Lokasi menuju Tasik Nambus tidak ada rute jalannya hanya hutan belukar yang akhirnya bangunan tersebut menjadi mubazir, sangat merugikan masyarakat.

Yang lebih  ironisnya lagi di Dinas Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti pengadaan bibit kopi, bibit pinang, bibit rumbia sagu lokasinya tidak jelas apalagi tingkat keberhasilannya di tengah-tengah masyarakat, ada dugaan pengadaan dana bibit kopi tersebut di korupsi.

Dalam hal dugaan korupsi tersebut penegak hukum harus bertindak tegas terhadap pengguna anggaran, bila perlu tim dari Jaksa Agung harus turun ke Meranti Kabupaten termuda di Riau, dugaan korupsi di Meranti sangat rawan. (RAMLI ISHAK)

 

 


Post a Comment

0 Comments