Kecamatan Singaparna Gelar Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting "Ayo Cegah Stunting Keluaga Keren Cegah Stunting



Kab.Tasikmalaya, LHI

BKKBN Kabupaten Tasikmalaya bersama Camat, para kepala desa gelar acara penurunan Stunting, yang digelar di aula kantor kecamatan Singaparna, Selasa 13 September 2022.Stunting adalah, kondisi gagal pada anak balita yang kekurangan gizi kronis terutama pada Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak tergolong apabila tergolong stunting panjang atau tinggi badan pada umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku.

Standar nasional yang dimaksud terdapat pada buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dan beberapa dokumen yang lainya.

Stunting merupakan isu nasional yang dalam yang dalam hal ini harus disikapi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan pada tahun 2045 nanti Indonesia harus menjadi Indonesia emas.

Presiden ingin pada tahun 2045 nanti Indonesia nanti akan menjadi ekonomi kekuatan 5 besar di dunia.

Dalam mewujudkan cita-cita itu, banyak hal yang harus dilakukan. Salah satu adalah menurunkan angka stunting. Meningkatnya angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi maka diperlukan upaya-upaya untuk menurunkan stunting secara serius.

Acara percepatan penurunan angka stunting tersebut, dihadiri oleh Camat dan jajaranya, Kepala bidang KB Kabupaten Tasikmalaya, koramil, polsek, para kepala desa, kepala Puskesmas Tinewati dan pendamping.

Usai acara Camat Singaparna Yana Suryana,S.IP, M.Si memaparkan, harapan kami sesuai arahan kementrian kami dari Kecamatan Singaparna medeklarasikan komitmen dari lintas sektor semua harus berupaya untuk pencegahan stunting, jadi kami selaku TPPS Kecamatan Singaparna mendukung terhadap percepatan penurunan angka stunting.

"Hal ini tidak bisa dikerjakan oleh satu dinas atau satu sektor, semua litas sektor harus bergerak semua memberikan edukasi terhadap masyarakat terutama dalam membina masyarakat hidup sehat atau Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas)" ungkapnya.

Yana juga mengatakan, stunting bukan hanya tubuh pendek dan kecil dari lingkungan yang tidak sehat bisa menjadi bibit penyakit yang mengganggu kesehatan pada anak tersbut, sementara ada kurang lebih 5000 stunting di Kecamatan Singaparna.

"Insya Alloh pada tahun 2024 Indonesia akan bebas stunting dan untuk mencapai cita-cita mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045 semoga terwujud saya siap mendukung cita-cita Presiden" tuntasnya.**(HARDITO).

 


 

Post a Comment

0 Comments