Warga Pertanyakan Ijin Lingkungan TPS3Rdi Desa Sukahurip


Pangandaran LHI

Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) merupakan sistem pengelolaan dan teknologi pengolahan sampah sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya,

Melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah namun juga dapat dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut.

Namun berbeda dengan yang terjdi di Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, dengan adanya program TPS3R justru malah menjadi sorotan masyarakat sekitar, pasalnya sejak awal dimulai pekerjaan tersebut, masyarakat menilai adanya dugaan perkeliruan dalam pengadministrasiannya.

Seperti yang disampaikan Munawar selaku Kepala Dusun  Bengkekan saat ditemui sejumlah awak media disalah satu tempat, ia menjelaskan bahwa program TPS3R yang ada di wilayahnya sudah mulai berjalan produksi, meski ijin lingkungannya hingga hari ini belum di tempuh. Senin (29/8/2022)

Anehnya lagi, jelas Munawar, ijin lingkungan untuk program TPS3R justru sudah ada yang membuatnya, namun disana tampak ada dugaan pemalsuan tanda tangan warga, sehingga sampai hari ini masyarakat masih penasaran siapa yang sudah memalsukan tanda tangan tersebut.

Bahkan belakangan ini Kepala Desa Sukahurip sudah melakukan pemanggilan kepada sekitar 10 orang warga yang ada di sekitar bangunan TPS3R, untuk meminta ijin dimulainya produksi sampah', jelasnya

Munawar menambahkan, saat warga bertemu dengan kepala desa , warga tidak melarang program TPS3R untuk berjalan, hanya warga ingin mengetahui siapa pelaku yang sudah melakukan dugaan pemalsuan tanda tangan, jelasnya.

Bahkan saya sempat mempertanyakan soal sudah dan belumnya penyerahan dari dinas terkait, namun kata kepala desa belum ada serah terima, paparnya.

“Ko bisa yah, pikir Munawar, ini persoalan ijin lingkungan saja belum selesai di tambah lagi belum ada serah terima dari dinas terkait, ko sudah mulai produksi, tapi ya terserah sih,” terangnya.

Disinggung soal adanya dugaan pengadaan mesin bekas, Munawar mengatakan tidak mengetahuinya, namun dia pernah mendengar selentingan adanya mesin bekas di dalam bangunan TPS3R tersebut, tapi tidak melakukan pengecekan decara langsung karena bukan ranahnya saya, pungkas Munawar. (AS)

 

Post a Comment

0 Comments