Pemkab OKU Selatan

Pemkab OKU Selatan

Proyek Pekerjaan Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Sungai Citanduy Hilir, Diduga Akibat Lemah Pengawasan

 


Pangandaran LHI

Proyek pembangunan prasarana pengendalian banjir sungai citanduy hilir di Kabupaten Pangandaran diduga lemah pengawasan.Dari pantauan beberapa awak media di lapangan, pekerjaan proyek pembangunan prasarana pengendalian banjir sungai citanduy hilir di Kabupaten Pangandaran tersebut sudah berjalan sejak 02 Juni 2022, namun belum memiliki Direksi Keet,

hal tersebut juga di sampaikan salah satu warga sekitar proyek, Kamis (21/7/2022)

Padahal proyek pembangunan prasarana pengendalian banjir sungai citanduy hilir di Kabupaten Pangandaran tersbut anggranya hingga Rp 5.440.000.000 dan di kerjakan oleh CV Sinar Mulya, jelas warga.

Mestinya direksi Keet di bangun sejak proyek dimulai, yang nantinya bisa digunakan yang digunakan sebagai tempat koordinasi dan diskusi antara konsultan pengawas, kontraktor pelaksana dan pemilik (pemberi pekerjaan atau owner) dan berfungsi juga sebagai tempat: pengawasan, pengendalian administrasi proyek, memasang gambar bestek, skedul, kurva , menyimpan material (gudang), dan transaksi material.

Ia juga menyampaikan ke beberapa beberapa awak media terkait teknis pekerjaan di lapangan, soal spesifikasi dan gambar memang belum tahu, namun secara kasat mata jenis batu boulder (batu gajah) yang diduga batu belah.

Menurut informasi yang di terima dari warga di lapangan proyek tersebut memakai batu boulder belah pasokan batu dari Kuari Cihuni Cilacap."Selain itu warga menyampaikan tidak diterapkannya K3 (Keselamatan Kecelakaan Kerja) kepada para pekerja, dan tidak terlihat gambar pekerjaan yang biasa terpampang di direksi keet.

Warga juga meminta pihak perusaan agar masyarakat di ikut sertakan dalam pekerjaan sesuai dengan keahliannya,

Sementara Iyan selaku pelaksana dari pihak perusahaan menuturkan bahwa kenapa batu boulder seperti ini karena retakan batu kecil ini  diterapkan untuk finishing atas dipermukaan dengan spesifikasi 51 – 100 kg atau jenis semi batu boulder di atas 400 kg jadi aman  sesuai spesifikasi dan material batu boulder sudah mencapai 1.000 meter kubik, ucapnya.

Selain batu demi boulder yang kita pake sudah melalui hasil LAB, jadi tidak ada masalah,

Sedangkan untuk direksi keet, Iyan menunjukkan ke samping arah warung, yang hanya ada papan informasi. Sedangkan untuk RAB dan gambar Iyan akan koordinasi terlebih dulu dengan dinas terkait dalam hal ini BBWS, pungkasnya.

Sementara perwakilan dari pihak PPK BP2JK –  Sungai dan Pantai II, Ritular menjelaskan kepada beberapa awak media terkait pekerjaan yang dimaksud dilaksanakan secara lelang oleh BP2JK Jawa Barat di Bandung, yang seharusnya dilaksanakan tahun 2021.

Sedangkan untuk pengadaan barang dan jasa pihaknya sudah mempelajari dari mana material didapat yakni dari Quarri Cihuni Kabupaten Cilacap, tentu dengan syarat harus ada ijin produksi, spesifikasi, kubikasi dan tentu dalam hal perijinan pihak vendor harus sudah mengantongi ijin galian pertambangan, jelasnya.

“Spesifikasi batu boulder di 2,4 bj dan mereka masuk dengan ukuran 50 – 60 cm (20 – 25%) dan kami dari dinas terkait sudah menegur pihak perusahaan untuk menerapkan K3 dan  rambu – rambu juga harus diperhatikan sesuai spesifikasi teknis yang sudah disyaratkan”, pungkasnya. (AS)

Post a Comment

0 Comments