Polres Meranti Ikuti Doa Bersama Lintas Agama Secara Virtual


Meranti,LHI -
Polres Kepulauan Meranti, pada Jumat (1/7/2022) malam, bertempat diruang rapat utama Mapolres, Jalan Lintas Gogok Darussalam, mengikuti kegiatan doa bersama lintas agama secara virtual dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022.

Kegiatan itu dihadiri dan diikuti Kapolres AKBP Andi Yul LTG SH SIk MH, Wakapolres Kompol Robet Arizal SSos, Danramil 02 Tebingtinggi yang diwakili Serma Agus, Danposal Selatpanjang (KH) Justine, para Pju Polres, Ketua Bhayangkari Ny Ipha Andi Yul beserta pengurus, Pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) ustadz Mustafa SAg MM, Jani Pasaribu MM, Cun Cun SAg, Ernani, Apoy, dan Rynaldo Siahaan.

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi, yang memimpin kegiatan secara virtual, menyampaikan bahwa doa lintas agama ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 76 Tahun 2022. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir pada kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar agama di seluruh Indonesia. Negeri ini memiliki berbagai macam suku dan kita semuan merupakan saudara yang tergabung dalam Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Sebut Kapolri, peringatan hari Bhayangkara pada tahun ini sedikit berbeda dibandingkan dengan dua tahun yang lalu. Dimana tahun ini pandemi Covid-19 telah berhasil dilalui berkat kerja sama dari semua pihak.

"Memang saat ini kita telah berhasil melalui Covid-19, namun kita tetap harus waspada terhadap varian-varian baru. Disisi lain, konflik antara Ukraina dengan Rusia, juga berpengaruh terhadap naiknya harga pangan, sehingga bisa menyebabkan terjadinya kesulitan ekonomi di Indonesia. Untuk itu, kami mohon doanya agar seluruh anggota kami diberikan kekuatan untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta yang masih sakit diangkat penyakitnya," ucap Jenderal Polisi Sigit.

Kegiatan doa bersama juga diisi dengan ceramah kebangsaan secara virtual oleh imam besar masjid Istiqlal Prof Dr KH Nazaruddin Umar, yang menyampaikan bahwa nasionalisme itu harus dibangun dengan 2 kaki, kemudian dengan cinta serta logika.

"Kita tidak bisa membangun negeri ini dengan akal saja, tetapi harus didasari oleh cinta. Membangun sebuah persatuan itu membutuhkan teknis khusus, dan inilah yang diharapkan oleh rakyat Indonesia. Semakin dalam pemahaman orang terhadap agamanya, maka semakin dalam nilai toleransi orang itu terhadap orang lain. Untuk itu, sekecil atau sebesar apapun masalah kita, maka selesaikanlah diatas sajadah agar terbebas dari beban dipundaknya. Kita sangat yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar," pesan KH Nazaruddin.

Usai ceramah kebangsaan, kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia tersebut diakhiri dengan pembacaan doa bersama lintas agama. (RAMLI ISHAK/ Humas Polres)

 

 

 

Post a Comment

0 Comments