Ini Tips Dari Direktur RSUD Pandega Pangandaran,'JANGAN BERLEBIHAN, Konsumsi Daging Saat Idul Adha

 


Pangandaran LHI

Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, artinya adalah lebih baik kita menjaga dan merawat tubuh kita sebelum terjadi hal-hal yang tidak dinginkan sehingga harus dilakukan tindakan mengobati.

Disampaikan dr. Hj.Titi Sutiamah, MM.,Maklum saja, pada saat hari raya kurban ini, sebagian besar umat muslim memiliki cukup daging sapi untuk dikonsumsi. Senin (11/7/2022) “Tubuh membutuhkan nutrisi setiap harinya, ini bisa didapatkan melalui makanan, baik itu daging, buah, dan sayuran, namun, semua itu ada batasnya, terutama dalam makan daging.

Direktur dr. Hj.Titi Sutiamah, MM.menambahkan, pola makan dan gaya hidup sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, terutama menjelang hari raya idul Adha, nantinya banyak masyarakat yang mencicipi daging kurban.

"Hewan kurban seperti sapi dan kambing, boleh saja untuk dikonsumsi, namun pastikan jangan mengonsumsi dalam porsi yang berlebihan, kata dr. Hj.Titi Sutiamah.

Seperti dilansir dari Vidio di laman Facebook RSUD Pandega Pangandaran ditulis,"Hallo sahabat pandega!

Wah nggak kerasa ya udah idul adha lagi. Hari raya idul adha pasti identik dengan daging kurban. Siapa disini yang suka dilema makan daging kurban? Pengen makan daging kurban tapi takut kolesterol naik, jadi gendut dan masih banyak lagi. Eits, tapi ngga usah khawatir.

"Dalam Vidio yang berdurasi sekitar 1 menit mengajak warga pangandaran untuk tidak mengkonsumsi daging berlebihan, karena dengan memakan daging berlebihan bisa mengakibatkan kolesterol, menambah berat badan, peradangan didalam tubuh bau mulut.hipertensi dan sembelit atau konstipasi.

Maka imbangi dengan makanan gizi seimbang,seperti buah buahan, air putih, sayuran, makanan pokok dan lauk pauk,"salam sehat dan bahagia sahabat pandega.

Dijelaskan dr Hj.Titi Sutiamah,protein yang terkandung pada daging (disebut protein hewani) sangat lengkap dibanding dengan protein yang terdapat dari tumbuhan (protein nabati).

"Daging juga mengandung zat besi yang penting untuk kesehatan reproduksi, namun kita Harus tetap ingat batas aman konsumsi daging kurban, pungkas dr Hj Titi Sutiamah. (AS).

Post a Comment

0 Comments