Impian Jack Untuk Bertemu Presiden Jokowi Akhirnya Bisa Terwujud


Semarang,LHI

"Tak dapat membayangkan ternyata dari mimpi - mimpi untuk dapat bertemu Presiden, dan mimpi itu menjadi nyata". itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Djoko Tri Saptono penyandang disabilitas saat menerima bantuan kendaraan roda tiga dari Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi Pasar Peterongan usai upacara HUT Bhayangkara ke-76 di Akpol Semarang pada Selasa (5/7/2022).

"Perasaan saya itu seperti mimpi menjadi nyata, seperti mimpi tapi menjadi kenyataan. Saya akhirnya bisa bertemu dengan Presiden RI Bapak Jokowi," ucap Jack, panggilan akrab Djoko Tri Saptono di Kantor Kelurahan Jatingaleh saat syukuran sederhana dengan makan bersama hasil olahan masakan usaha UMKM nya usai dirinya menerima bantuan dari Presiden RI, Rabu (6/7/22).

Dikatakan Jack, setiap orang seperti dirinya tentu saja memimpikan ingin bertemu dengan Presidennya, apakah itu terjadi atau tidak, ternyata semua itu adalah akumulasi dari mimpi - mimpinya selama ini.

"Dulu saya itu ingin punya kendaraan roda tiga, saya sampai cari utangan untuk bisa membelinya, kenyataannya juga belum bisa - bisa. Ingin punya peralatan dapur yang baguslah, seperti wajan yang besar, mixer, copper. Itu impian saya, dan saya belum bisa, saat ini hanya pakai alat sederhana. Dan ternyata mimpi - mimpi saya bener - bener nyata," kata Jack yang mempunyai usaha makanan ringan dan katering kecil - kecilan di rumahnya Jl. Kesatrian II Blok K No. 1  RT 8 RW 7 kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari Semarang.

Mulanya Jack tidak mengira dirinya bakal mendapatkan bantuan seperti yang selama ini diinginkannya. Awalnya dirinya mendapat telepon dari Dinsos Kota Semarang dikabarkan dirinya mendapat bantuan, tapi belum tau bantuan dari mana karena pihak Dinsos juga tak menyebutkan asal bantuan tersebut.

"Waktu itu saya disuruh merancang anggaran untuk keperluan peralatan memasak, lantas saya tuliskan semuanya. Dan semua angaran yang tertera disana semua itu dipenuhi dan diwujudkan semua," ucap Jack.


Selain peralatan memasak yang selama ini menjadi harapan Jack dalam mengembangkan bidang usaha UMKM digelutinya, Jack juga mendapatkan bantuan kendaraan roda tiga dari Presiden RI yang menjadi alat transportasi sehari - sehari bagi dirinya yang difabel.

"Wah, mau diungkapkan gimana ya, saya disana bener - bener ndredeg (grogi), takjub. Ini bener apa ndak ya. Tapi setelah pak Jokowi datang, ternyata benar, kendaraan roda tiga ini buat saya," ucapnya.

Dalam pesan Presiden Jokowi kepada Jack, dikatakan "Dengan bantuan ini semoga lancar dalam mengembangkan usahanya," pesan Presiden Jokowi padanya.

Jack berharap dengan adanya bantuan yang diterima ini kedepannya dapat memotivasi kalangan difabel dalam menekuni usahanya untuk benar - benar serius dalam menekuninya dan mengikuti aturan serta petunjuk pemerintah Kota Semarang khususnya.

Seperti mempunyai NIB, mengikuti pelatihan - pelatihan. Karena inilah cara pemerintah mendidik masyarakat, baik itu difabel maupun lainnya untuk menjadi seorang wirausaha.

Selain itu menurut Jack, dukungan pemerintah sangat diperlukan guna mengangkat kemandirian bagi kalangan disabilitas dengan menggunakan produk - produk UMKM dari difabel dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan."Untuk Kota Semarang sangat bagus sekali dalam memberikan perhatian kepada kalangan difabel. Maka dari itu Kota Semarang termasuk Kota Ramah Difabel," ujarnya.

Dengan kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menurut Jack sangat peduli dengan kalangan disabilitas, anak - anak difabel sangat diperhatikan, baik pelayanan maupun infrastruktur khusus difabel.

"Meskipun ada kekurangan, itu wajar. Karena kekurangan itu masih bisa kita perbaiki dengan sosialisasi ke SKPD - SKPD dan sebagainya," imbuh Jack yang juga sebagai pengurus seksi UKM  himpunan masyarakat inklusi Kota Semarang (Himiks) serta Ketua Gerai Kopi Mi Kelurahan Jatingaleh dan anggota KIM Kecamatan Candisari.

Sementara itu, Lurah Jatingaleh Harkat P, S.Sos MM saat ditemui awak media di kantornya mengungkapkan rasa bangganya sekaligus haru atas bantuan yang diterima salah satu warganya yang mendapat bantuan kendaraan roda tiga dan peralatan masak lengkap dari Presiden RI.

"Bangga sekali, warga saya kemaren mendapat bantuan dari Bapak Presiden, karena ini merupakan contoh sekaligus pemicu bagi warga kami yang lain mengingat om Jack ini adalah difabel. Meskipun difabel kreatifitasnya sangat bagus sekali, bisa menjadi contoh bagi warga yang lain," kata Harkat.

Dikatakannya, dia tidak mengutamakan dari kedifabelannya serta tidak mau meminta belaskasihan, namun justeru dengan kondisi seperti itulah ia dapat menunjukkan kreatifitas yang sangat luar biasa. Sehingga di kelurahanpun ia dijadikan sebagai ketua Gerai Kopi Mi yang menghimpun UMKM di wilayah Kelurahan Jatingaleh.

"Saya sangat bangga dan salut mempunyai warga seperti om Jack ini," kata Harkat memanggil Djoko Tri Saptono dengan panggilan akrab om Jack.

"Semoga akan muncul warga - warga yang lain seperti om Jack ini dalam berkreatifitas dan pengabdian di wilayah Kelurahan Jatingaleh," imbuhnya.

Kedepan Harkat bersama kalangan difabel akan membuat salah satu wilayah di Kelurahan Jatingaleh untuk menjadi Kampung Tematik Difabel.

Direncanakan dirinya bersama Jack akan membuat sejenis padepokan atau joglo ataupun toko yang khusus menampung UMKM dari produk difabel."Dan ini nanti sepertinya menjadi yang pertama di Kota Semarang. Semoga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang, karena ini sangat baik sekali untuk kegiatan pengembangan usaha mereka (disabilitas)," ucap Harkat.

"Untuk lahan sudah siap, kami tinggal mengajukan proposal, InShaa Allah Bapak Wali Kota Semarang akan sangat mendukung sekali, dan pasti mendukung, karena kegiatan ini sangat positif mengingat Kota Semarang adalah kota yang ramah terhadap para difabel, semoga ini menjadi pilot projeck untuk wilayah lainnya dalam mendukung Kota Semarang Semakin Hebat," pungkasnya. ( PNM).

 

 

Post a Comment

0 Comments