Bupati H. M. Adil Targetkan Kepulauan Meranti Zero Stunting


Meranti,LHI--
- Bupati Kepulauan Meranti, H. Muhammad Adil, SH MM mengikuti pelaksanaan rembuk stunting, yang dilaksanakan di Gedung Hijau Kantor Bupati, Selasa (12/7/2022) siang.Turut hadir dalam Pelaksanaan Rembuk Stunting, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar yang juga Ketua Tim Penurunan Stunting Kepulauan Meranti, Pimpinan DPRD, H. Khalid Ali SE, Kajari Waluyo, SH MH, Asisten I Setdakab, Drs. H. Irmansyah MSi,

Plt Kepala Diskominfotik, Muhlisin, S.Sos, para kepala OPD serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.

Adapun jumlah peserta kegiatan sebanyak 45 orang yang terdiri dari 26 orang peserta dari kabupaten, 9 orang dari kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti dan 10 orang kepala OPD dilingkungan Pemkab Meranti.

Bupati Kepulauan Meranti, H. Muhammad Adil, SH MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelaksanaan rembuk stunting tahun 2022. Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu menguatkan komitmen seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting  secara bersama-sama, serta dalam merealisasikan program yang telah dirancang.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, masalah stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti ini masih perlu mendapat perhatian, hal ini diperburuk oleh situasi pandemi yang menyebabkan masyarakat ragu mendatangi posyandu untuk memantau status gizi dan perkembangan anak, ditambah lagi dengan naiknya angka pengangguran yang menyebabkan kualitas pangan keluarga," ujarnya.

Kemudian lanjut Adil, kondisi penurunan tersebut ditambah dengan permasalahan akan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, yang dapat berdampak serius pada perkembangan janin.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, seribu hari pertama kehidupan adalah periode yang sensitif bagi kehidupan seorang anak, sebab dampak dari pemenuhan gizi dan nutrisi lain yang tidak terpenuhi akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus atas pemenuhan gizi anak terutama pada periode ini," ujarnya lagi.

Dijelaskannya, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya pravalensi kasus stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami penurunan yang cukup siginifikan turun dari tahun sebelumnya.

"Pencapaian ini patut kita apresiasi dan syukuri, namun diperlukan upaya yang luar biasa untuk mempertahankan, bahkan menurunkan angka pravalensi tersebut, hal ini erat hubungannya dengan pencapaian target pemerintah di tahun 2024 dimana pravalensi stunting ditargetkan mencapai 14%, sehingga perlu ada percepatan langkah untuk menurunkannya," jelasnya.

Dijelaskan Adil lagi, pihaknya akan terus melakukan pembenahan, monitoring dan evaluasi untuk menutupi dan mengatasi kekurangan yang dijumpai di lapangan dalam pelaksanaan intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga target zero stunting di Kepulauan Meranti bias tercapai.

"Adapun faktor penting yang wajib diperhatikan agar upaya penurunan stunting dapat tepat sasaran, adalah pada kualitas data. Perbaikan data stunting yang akan menjadi rujukan untuk perencanaan monitoring dan evaluasi intervensi stunting hendaknya dilakukan dengan memperhatikan validitas dan akurasi data, untuk itu, saya minta ditingkat desa atau kelurahan, bidan desa dan petugas gizi puskesmas beserta kader di masing-masing desa untuk melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi stunting. Balita yang berpotensi stunting ini harus ditangani bersama-sama tidak hanya oleh puskesmas tetapi juga rumah sakit dengan melibatkan dokter anak," ingatnya.

Adil juga berharap masing-masing stakeholder dapat mengambil perannya masing-masing untuk bekerjasama melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Saya minta kolaborasi dalam intervensi dapat berjalan antar sektor, yakni sektor kesehatan dan non kesehatan, kolaborasi dapat dilakukan melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi dan membangkitkan masing-masing individu, untuk mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting," pintanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Penurunan Stunting Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar dalam laporannya menyampaikan bahwa rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara UPT penanggung jawab pelayanan dengan sektor lembaga non pemerintah, dan masyarakat melakukan percepatan pencegahan dan penurunan.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini melaksanakan aksi ketiga dari delapan aksi percepatan pencegahan dan penurunan terintegrasi sesuai dengan petunjuk teknis pedoman pelaksanaan intervensi, penurunan transmigrasi kabupaten dan kota, stunting dilakukan setelah Kabupaten Kepulauan Meranti memperoleh hasil analisis atau aksi integrasi satu dan memiliki rancangan rencana kegiatan aksi dua penurunan stunting integrasi," ujarnya.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti itu juga menjelaskan dari informasi hasil musrenbang kecamatan dan desa juga akan menjadi bagian yang dibahas dalam rembuk stunting Kabupaten Kepulauan Meranti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti secara bersama-sama, akan melakukan konfirmasi hasil analisis dan rancangan rencana kegiatan dari penanggung jawab pelayanan di Kabupaten dengan hasil perencanaan yang dilaksanakan melalui musrenbang kecamatan dan desa.

"Dalam upaya penurunan stunting materi utama yang akan ditampilkan dalam kegiatan rumusan adalah satu program kegiatan yang akan dilakukan pada tahun berjalan, komitmen pemerintah daerah dan opini terkait untuk program kegiatan penulis canting yang akan dimuat dalam RKPD atau renggang tahun berikutnya, hasil kegiatan menjadi dasar gerakan penurunan stunting Kabupaten Kepulauan Meranti melalui integrasi program kegiatan dilakukan antar penanggung jawab pelayanan dan partisipasi masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kepulauan Meranti, Sakinul Wadi, SE menambahkan paparan terkait aksi konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting. "Delapan aksi konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting dalam menganalisis penurunan stunting untuk tahun 2022 sudah ditetapkan ada sebanyak 29 indikator, prioritas yang dituangkan di dalam master-master analisis situasi dari analisis situasi yang sudah dilakukan terdapat 14 indikator dengan capaian sesuai dengan target yang ditetapkan," ujarnya.

Selanjutnya, dijelaskannya, ada 6 indikator yang hampir mencapai target yang ditetapkan dan masih tersisa 9 indikator yang tidak tercapai sesuai target yang ditetapkan indikator.

"Analisis ini kita lakukan pada 101 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti," pungkasnya. (RAMLI ISHAK/ Diskominfotik)

 

Post a Comment

0 Comments