PemkabOKU Selatan

PemkabOKU Selatan
Idhul Adha 1445 H

Mantan Kapolda Jabar Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Kebangsaan Pertama di Indonesia Berada di Ponpes Hubul Waton Minal Iman - Assyukandary Bhayangkara


Kab.Tasikmalaya,LHI

Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H.Anton Charliyan,MPKN  selaku Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Assyukandari Bhayangkara  pada hari Selasa  (07/07/ 2022)   berkesempatan untuk memulai pembangunan sebuah Pesantren Kebangsaan ASYUKANDARY BHAYANGKARA   Jl.Raya Singaparna-Garut Km. 9 Kp. Ciwidara RT. 009/001 Desa Salebu Kabupaten  Kec Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya , dengan ditandai peletakan batu pertama di tempat tsb. Acara dimulai sekitar pukul  11. 00 siang.  dihadiri oleh  Kapolres Tasikmalaya diwakili ,Kasat Binmas, Kadinsos kabupaten  diwikili Drs. Hidayat, Camat  Mangunreja , Kapolsek Singaparna, MUI kecamatan mangunreja,  para kepala desa , serta tokoh masyarakat & tokoh budaya seperti R Dicky dari Sukapura, Tony Easy SE mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalata, Drs Safari Agustin mantan Kadisbudpar, Ki Aan Citiis Galunggung, Ustad Cecep Cilogak, dan lain lain.

Dalam sambutannya ,Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan yang juga dikenal sebagai  tokoh budaya & penggiat anti intoleransi tsb, mengatakan bahwa saat ini memang sangat diperlukan pesantren dengan konsep pebangsaan.”Pesantren ini merupakan yang pertama mendeklarasikan sebagai Pesantren Kebangsaan di Indonesia yang memiliki konsep mensinergikan antara ilmu agama , cinta tanah air dan melestarikan nilai nilai budaya . Yakni pesantren yang diharapkan bisa mencetak  dan melahirkan santriwan santriwati yang berjiwa patriotisme Pancasila dalam bingkai NKRI berfaham Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah" yang nasionalis dan berbudaya. Sebetulnya sudah banyak ponpes yang punya konsep seperti ini , namun belum berani menamakan secara khusus sebagai Pesantren Kebangsaan. “ungkapnya

 Anton Charliyan yang juga pernah menjabat sebagai Kapolwil Priangan pada tahun 2009 dimana lokasi pesantren tsb dibangun yakni Km 9 Kp Ciwidara Rt 09/001 desa Salebu -Mangunreja  Kab Tasikmalaya. mengatakan bahwa "  Kecintaan pada tanah air sesungguhnya telah tercantum dalam naskah Sunda Kuno abad ke 15 dari wilayah tempat pesantren ini berada yakni wilayah Gunung Galunggung, yang kini dikenal sebagai Amanat Galunggung. Adapun isinya berbunyi sbb : jaga ini Kabuyutan ( Wilayah / Teritory ) sebagai tempat Suci dari Penguasaan Asing, Bila raja Putra tidak bisa menjaga  Kabuyutan , maka tak ubahnya ibarat Bangkai kulit musang yang ada ditempat sampah, yang baunya sangat busuk ". Ini salah satu naskah di Nusantara yang mengamanatkan harus menjaga sebuah teritory, wilayah dengan sungguh sungguh dari penguasaan asing , sampai-sampai dikeluarkan sumpah : ibarat Bangkai yang ada ditempat sampah bila tidak mampu mempertahankan Tanah air . “tutur Anton Charliyan.

Menurutnya, naskah itu lahir di wilayah ini, maka sudah sepantasnyalah bila santri santriwati yang ada di wilayah Galunggung ini punya semangat dan daya juang berlipat ganda dalam mempertahankan wilayah teritori NKRI dan Pancasila   sebagai mana sudah dicontohkan KH Zainal Mustofa yang merupakan Pahlawan Nasional yang berasal dari Singaparna Tasikmalaya  ,tutupnya.

Sementara itu,  Ustadz Ujang S.IP M.Pd selaku Pimpinan Ponpes didampingi Dr KH Bachrum menyampaikan sambutanya : mohon dukungan dari semua fihak baik  pemerintah maupun tokoh masyarakat baik moril maupun materil demi kelancaran pembangunan ponpes ini, karena saat ini bangsa Indonesia sangat memerlukan penguatan jiwa nasionalisme disamping nilai agamis.

            Adapun dari Kapolres yang diwakili Kasat Binmas & Kapolsek Singaparna meyampaikan dukungan penuh berdirinya pesantren tersebut sebagai pesantren yang Pancasilais yang punya semangat yang terdepan menjaga NKRI.

            Demikian juga Camat Mangunreja mengatakan akan mengajak masyarakat untuk mendukung berdirinya Pesantren Kebangsaan ini karena merupakan pesantren yang pertama medeklarasikan sebagai Pesantren Kebangsaan dan mengajak masyarakat agar putra putrinya masuk di Pesantren Assyukandari Bhayangkara. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa penutup dan menggelar peletakan batu pertama asrama putri yang diawali oleh Abah Anton , diikuti oleh para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir .(REDI MULYADI)***

 

Post a Comment

0 Comments