Bupati Pangandaran Buka Acara O2SN dan FLS2N Tingkat Kabupaten




Pangandaran LHI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pangandaran kembali menggelar kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Pangandaran pada Jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dilaksanakannya kegiatan O2SN dan FLS2N bertujuan untuk menunjukan kretifitas dan prestasi dalam melahirkan bibit olahraga dan kesenian dilingkungan peserta didik serta menjaring peserta didik unggul dibidang olahraga dan seni serta meningkatkan motivasi peserta didik.

Demikian disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat membuka O2SN dan FLS2N tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, bertempat di taman Sunset pantai barat Pangandaran.(30/06)

 “O2SN dan FLS2N juga bertujuan untuk meningkatkan kondisi kesehatan jasmani siswa sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis di sekolah serta meningkatkan prestasi siswa, “ucap bupati.

Kegiatan ini juga, kata bupati, merupakan momen yang tepat dan berharga khususnya bagi poeserta didik untuk dapat berkreasi dan berkompetisi secara sehat sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri sendiri dan belajar menghargai kekuatan lawan.

 Bupati juga berharap agar para peserta lomba bisa mengikuti cabang-cabang pertandingan yang akan dilombakan ini dengan rasa senang dan bahagia.“Ayo berpresatasi, saya janji untuk siswa yang menjadi juara umum akan mendapatkan 1 unit sepeda dari saya, “ucap bupati, yang disambut tepukan para peserta lomba.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga, Agus Nurdin dalam laporannya memaparkan, dasar hukum O2SN dan FLS2N tingkat kabupaten tahun 2022, antara lain

1.  Undang — Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,

2. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republikasi Indonesia No. 24 tahun 2016 tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah:

3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34 Tahun 2006 tentang pembinaan prestasi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa:

4 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter,

5. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/kb/2021, nomor 384 tahun 2021, nomor hk 01.08/menkes/4242/2021, nomor 440 717 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan di masa pandemi coronavirus disease 2019 (covid 19),

6. surat keputusan kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten pangandaran tentang penetapan panitia pembukaan lomba-lomba tingkat kabupaten nomor 421.2/3877/0isdikporan/2022

7. dokumen pelaksanaan anggaran dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten pangandaran tahun 2022.

 Agus menjelaskan, peserta kegiatan O2SN jenjang SD dan SMP serta FLS2N jenjang SD tingkat kabupaten pangandaran berjumlah 2.204 siswa, yang terdiri dari peserta O2SN SD 140, peserta FLS2N SD 80  orang dan peserta O2SN SMP 82 orang.

Sedang mata lomba yang akan dipertandingkan, imbuh Agus, diataranya cabang O2SN karate dan silat sementara untuk FLS2N, lomba menyanyi solo, tari, kriya anyam, gambar bercerita dan pantomime.“Perlombaan akan doilaksanakan di beberapa lokasi, seperti di taman Sunset, gedung skill center Yayasan Meraih Bintang, aula hotel grand mutiara dan di tempat lainnya, “terang Agus.

Agus mengatakan, O2SN dan FLS2N bertujuan untuk memberikan wadah berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif peserta didik alam pengembangan diri, mengekspresikan seni sesuai dengan norma, budi pekerti dan karakter peserta didik yang berbasis budaya bangsa, menumbuhkembangkan daya kreativitas dan motivasi peserta didik untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya serta penguatan karakter seperti sikap kemandirian, sportivitas dan kompetitif serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bersosialisasi.

Dan untuk menanamkan dan meningkatkan apresiasi seni, khususnya nilai-nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa serta nilai-nilai luhur olahraga yaitu nilai-nilai fair play, “ujar Agus. (AS)

 

Post a Comment

0 Comments