Ketua Ikatan Pecinta Kedaulatan Rakyat Berpandangan Terhadap APBD Bagaimanapun Indahnya Rangkaian Susunan Kata-Kata dan Rapinya Susunan Angka-Angka Yang Tertuang Dalam APBD Tidaklah Merupakan Suatu Jaminan



Meranti LHI

Patut kita akui dan pantas untuk diacungkan jempol bahwa program yang disusun sejak mulai digulirkan otonomi daerah kelihatannya anggaran-anggaran yang terlokasi di APBD selama 12 tahun Kabupaten Kepulauan Meranti dan setiap tahunnya dalam pertanggungjawaban dana APBD mengalir kewilayah-wilayah kecamatan, sampai ke pelosok desa-desa! Menggambarkan seolah-olah telah terjadi suatu perubahan yang signifikan pada semua lini. Namun apa yang dapat kita lihat dan kita dengar hanya suara-suara bernada sumbang yang menggema ditengah-tengah masyarakat. Tentu ini menimbulkan pertanyaan dibenak kita semua dimana letak keanehannya?

Disini Ketua Lembaga Ikatan Pecinta Kedaulatan Rakyat menilai bahwa dalam penyebaran anggaran selama 10 tahun belum menyentuh sudut perekonomian masyarakat secara luas, terutama sekali masyarakat pedesaan yang notabenenya terdiri dari masyarakat petani, perkebunan, peternakan, nelayan dan jalan-jalan antar desa dan kecamatan termasuk jalan Provinsi Alai-Mengkikip-Tanjung Peranap-Kampung Balak dan juga jalan poros Kecamatan Pulau Merbau didepan Kantor Camat Pulau Merbau belum terlaksana pembangunannya.

Ketua Lembaga Ikatan Pecinta Kedualatan Rakyat menegaskan kepada pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kedepan ini melalui dinas dan instansi terkait agar benar-benar membenahi sektor ekonomi rakyat secara komprehensif sesuai dengan apa yang tertuang didalam buku APBD dan melakukan evaluasi sampai dimana keberhasilan telah tercapai! Jangan hanya ukiran kata-kata dalam buku dokumen laporan-laporan saja, tapi harus dapat dibuktikan secara nyata dan bertanggung jawab! Jangan hanya merupakan mimpi didalam mimpi saja.

Baru-baru ini Bupati Meranti H.Muhammad Adil, SH.,MM   menegaskan kepada OPD-OPD disektor dinas yang terkait agar pembangunan disegala bidang tepat sasaran di tengah-tengah masyarakat, dan perlu dievaluasi sejauh mana tingkat keberhasilannya. (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments