Dinas Pendidikan Rokan Hilir Gelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Deklarasi Anti Narkoba



Rokan Hilir - LHI

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Pendidikan menggelar upacara dan Deklarasi anti Narkoba, Jumat (13/5/2022).

Upacara dan deklarasi yang bertemakan "Pimpim pemulihan, bergerak untuk merdeka belajar " tersebut dipusatkan di SMPN 1 Bangko. Dimana, Kepala Dinas Pendidikan M Nurhidayat bertindak sebagai pembina upacara dan dihadiri dari perwakilan Kepolisian, Badan Narkotika Kabupaten (BNK), para ASN Dinas Pendidikan serta ratusan siswa SMP.

Deklarasi Pendidikan anti Narkoba ini juga sesuai dengan telegram Gubernur Riau yang mengintruksikan seluruh satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus serta satuan pendidikan lainnya untuk mendeklarasikan anti Narkoba kepada peserta didik di satuan pendidikan pada peringatan hari pendidikan nasional.

Dalam upacara ini juga di laksanakan pembacaan dan penandatanganan Piagam Ikrar anti Narkoba, sebagai bentuk pernyataan siswa dan Mahasiswa Kabupaten Rohil untuk perang terhadap Narkoba.

Dalam amanat Menteri Pendidikan yang dibacakan Kadis Pendidikan mengatakan, selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Hari ini sebutnya, adalah bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba."Kita tidak hanya mampu melewati, tapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan, ditengah ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama merdeka belajar yang ditahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia, " katanya.

Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid dimasa pandemi lanjutnya, terbukti mampu mengurangi dampak hilang nya pembelajaran. Kini, Kurikulum merdeka telah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Para siswa katanya, juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena Assesmen Nasional  yang sekarang yang digunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar dan agar Kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kwalitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga besar dosa pendidikan.

Semangat yang sama tambahnya, juga sudah di dengar dari para seniman dan pelaku budaya yang sekarang mulai bangkit, mulai berkarya dan lebih merdeka."Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia, " terangnya.

Bahkan katanya lagi, semua perubahan positif yang di usung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia, tetapi sudah di gaungkan sampai ke negara lain melalui Presiden Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

"Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi memimpin dari gerakan pemulihan dunia," paparnya.

Diakhir amanat nya, Menteri Pendidikan mengatakan kepada seluruh penggerak merdeka belajar bahwa langkah hari ini sudah semakin serentak, laju sudah semakin cepat. Namun katanya, kita belum sampai di garis akhir.

"Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Kedepan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Kita harus terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk merdeka belajar, " pungkasnya."(SB)*

 





Post a Comment

0 Comments