Pemkab OKU Selatan

Pemkab OKU Selatan

Orang Tua Siswa SMAN 1 Parigi Keluhkan Biaya Perpisahan


Pangandaran, LHI.

Menghadapi perpisahan siswa SMAN1Parigi, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan membuat kebingungan para orang tua/wali murid, pasalnya rencana kegiatan perpisahan siswa tersebut mengandung beban biaya yang yang harus ditanggung.

Seperti di sampaikan salah satu orang tua siswa inisial SR, dirinya kebingungan mencari biaya untuk kebutuhan perpisaahan anaknya di sekolah, Kamis (21/4/2022).

Adapun rincian biaya perpisahan yang harus dibayarkan adalah, pertama biaya perpisahan sebesar Rp 150.000 dan ditambah biaya kotum perpisahan sebesar Rp 170.000, papar S

"Padahal dampak pandemi covid-19 masih terasa sampai sekarang oleh masyarakat,  perekonomian pun belum bisa dikatakan setabil, terutama masyarakat kecil seperti saya, tentu sangatlah kebingungan, bisa juga dikatakan berat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, di tambah lagi bebani  biaya keperluan anak, jelasnya

S menambahkan, Meski demikian ya tetap lah, yang namaya orang tua pasti akan mengusahakannya, baik itu hasil pinjam atau hasil penjualan barang yang ada.

Memang dilihat nilai uangnya ya bisa dikatakan besar, bisa juga dikatakan kecil, tapi kan disaat kondisi seperti sekarang, apalagi menghadapi lebaran, ya terasa berat, papar S.

Belum lagi, sebelumnya siswa di bebani dengan biaya pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS), harhmganyapun cukup besar, padahal jelas jelas pemerintah melarang pihak sekolah menjualnya, namun apa daya, karena kewajiban orang tua harus memenuhi kebutuhan ananya yang sekolah.

Pada kesempatan berbeda, Didin Burhanudin selaku Humas SMAN 1 Parigi saat di temui LHI di kantornya membenarkan bahwa SMAN 1 Parigi akan melaksanakan perpisahan siswa kelas XII lulusan tahun ajaran 2021-2022 pada bulan depan.

Insyaallah kegiatan perpisahan siswa XII tahun ajaran 2021- 2022 akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2022 yang akan datang

Didin juga menyampaikan, soal biaya itu di tanggung oleh siswa,  nilainya sekitar Rp 300.000, per siswa, dan itu hasil kesepakatan siswa, jelasnya.

"Namun biaya sebesar Rp 300.000, tersebut bukan termasuk pakaian, tetapi buku kenangan, yang konsepnya sudah di siapkan oleh siswa sendiri

"Dan itu, tidak mesti semua siswa harus iuran segitu, bisa juga separonya tapi tidak sama buku kenangan, pungkasnya. (AS)*

Post a Comment

0 Comments