"Tegolong Nekat", Kades Jadikarya Pangandaran Diduga Sunat Dana BST Untuk Disetorkan ke APDESI Kecamatan


Pangandaran LHI

Bantuan Sembako Tunai (BST) merupakan program pemerintah untuk membantu warga kurang mampu, dalam penyalurannya pun harus sesuai dengan peruntukannya.Sangat di sayangkan, dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Dadang Supriatna selaku Kepala Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Bantuan Sembako Tunai (BST) di desanya malah dijadikan bahan bancakan.

Hal itu diakui Dadang, saat di konfirmasi di ruang kerjanya, bahwa dirinya selaku Kades Jadikarya sudah melakukan titipan harga komoditi beras sebesar 500 rupiah per kilogram untuk kepentingan pengamanan dalam penyaluran program Bantuan Sosial Tunai (BST) di desanya. Kamis (17/3/2022).

Dikatakan Dadang, dirinya sudah koordinasi dengan penyuplai beras yang pengelolaannya oleh BUMDes, supaya titip keuntungan, dari harga beras Rp 9.500 per Kg menjadi Rp 10.000 per Kg untuk mengamankan perjalanan penyaluran BST di desanya.

Dijelaskan lagi, bahwa  jumlah beras yang di salurkan di Desa Jadikarya sebanya 5 ton untuk sebanyak 200 lebih Keluarga penerima manfaat (KPM)

Dari lima ton beras terkumpul uang sebesar Rp 2.500,000, dan uang tersebut di setorkan ke APDESI Kecamatan Langkaplancar.Di akui lagi bahwa saya sendiri mendapat bagian Rp 500, 000, itupun untuk transportasi, jelasnya.

Hal tersebut juga di benarkan oleh Dede Efendi selaku Ketua APDESI Kecamatan Langkaplancar, yang mana awalnya konsep tersebut sudah di sepakati oleh bebeeapa desa dengan tujuan untuk penyelarasan dalam penyaluran Bantuan Sembako Tunai (BST).

Namun di sayangkan, konsep tersebut tidak berjalan sesuai rencana, hanya desa Jadikarya saja yang baru menyetorkan uang tersebut.

Menurut Dede, dalam pengondisian atau mengarahkan KPM itu merupakan bagian tugas kita selaku kepala di pemerintahan, agar bantuan tersebut dapat terkontrol sesuai dengan peruntukannya dan pembenahan dalam  pendataan.

Selain itu juga saya mempunyai konsep seperti itu, agar dalam program BST ini supaya tidak saling bersinggungan, pungkasnya (AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments