Kadis Kesehatan Kabupaten Pangandaran Cepat Tanggap Menyikapi Isu Yang Beredar Soal Produksi Gula Rafinasi Yang Diduga Menggunakan Bahan Berbahaya


Pangandaran LHI

Menyikapi pemberitaan soal pemberitaan di beberapa media online soal produksi gula merah rafinasi di wilayah Kabupaten Pangandaran yang di duga menggunakan bahan berbahaya, Kadis Kesehatan Yadi Sukmayadi memanggil pihak terkait di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Perijinan, Dinas tenaga kerja dan Badan POM guna melakukan klarifikasi,Rabu (16/2/2022)

Dijelaskan Yadi kepada awak media, dari hasil koordinasi dengan beberapa dinas, pihak dinas kesehatan sudah melakukan uji laboratorium pada tahun 2020, dan hasilnya dinyatakan gula merah asal Pangandaran aman untuk dikonsumsi.

Artinya kalau tidak ada tindakan itu jelas salah, karena kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran sudah melakukan uji laboratorium sejak tahun 2020,

"Dikatakan lagi Yadi, bahwa pengusaha pengrajin Gula merah rafinasi tersebut sudah mengantongi ijin PIRT pelaku usaha/UMKM, gimana tidak, terbitnya ijin PIRT tersebut kan patokannya dari hasil uji lab, dan kita yang membawa sample gula hasil produksinya ke Bandung, karena di Kabupaten pangandaran belum ada, jelasnya.

"Namun kita tetap harus memperhatikan dan menjaga kebersihan di tempat produksinya jangan sampai kelihatan kotor, paparnya.

"Namun demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran bersama dinas terkait lainnya akan melakukan pemantauan kepada para pelaku usaha pengrajin gula rafinasi, agar mereka segera melakukan perubahan ke arah lebih baik lagi, tambah Yadi.

Ia juga berharap kepada para pelaku usaha pengrajin gula rafinasi yang belum jelas legalitas formal nya agar segera melengkapinya, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama petugas BPOM Jajat menyampaikan, bahwa hasil penelitiannya gula merah rafinasi asal Kabupaten Pangandaran sudah dilakukan test melalui uji laboratorium dan dinyatakan aman untuk di konsumsi.

Kalau soal bahan yang digunakan menggunakan tepung tapioka, molase , gula rafinasi dan metabisulvit itu juga tidak berbahaya, terpenting komposisi penggunaanya benar sesuai dengan aturannya.

"Hanya saja para pelaku pengrajin gula rafinasi harus memperhatikan kebersihan di tempat produksinya, agar kelihatan lebih steril dan jauh lebih sehat, jelasnya.

"Jajat juga menambahkan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada para awak media yang sudah melaksanakan sosial kontrol sesuiai tugasnya, karena kita juga butuh informasi informasi untuk perbaikan kedepannya, pungkasnya. (AS)*

Post a Comment

0 Comments