Bupati Pangandaran Hadiri Kegiatan Rakor Percepatan Vaksinasi Dan Penanganan Covid-19


Pangandaran LHI

Guna memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten Pangandaran, diperlukan kerjasama serta peran aktif seluruh elemen masyarakat dengan pemerintah dalam percepatan vaksinasi covid-19.

Hal itu di sampaikan Bupati pangandaran yang didampingi Wakil Bupati Pangandaran H Ujang Endin Indrawan dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi saat kegiatan rakor percepatan vaksinasi covid-19 yang bertempat di TIC pangandaran, Jum'at (4/1/2022).

Melalu sambutannya, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, kita di sini sama sama harus mempunyai tanggung jawab dan peran aktif untuk melindungi seluruh masyarakat dari wabah pandemi covid-19 melalui program vaksinasi yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh (Herd aimmunity).

Kita Jangan dulu merasa puas dengan capaian vaksinasi tahap pertama, semestinya kita jadikan pemacu semangat untuk terus mengedukasi masyarakat guna percepatan vaksinasi tahap selanjutnya.

Sejak lima bulan hingga saat ini, ada dua orang warga yang terkompirmasi positif, satu diantaranya saat berobat kebandung dilakukan tes VCR ternyata positif dengan gejala ringan, dan memang belum di vaksin, jelas Jeje.

"Tapi Trexing kita 20 orang keluarganya ningkat yang kontak negatif. Satu orang lagi di Pananjung dia sudah di vaksin dua kali gejalanya ringan, " katanya.

Menurut Bupati, Ini harus di tanggapi sebagai satu sinyal, bahwa kita sudah sekian lama tidak zona hijau, dan kita harus harus sigap dalam menangani ini, pengendalian pertama adalah disiplin prokes, minimal di masker, selanjutnya paksinasi,.

Vaksin di Pangandaran termasuk di Kecamatan itu tidak terlalu tinggi, hanya batas bermakarti dosis satunya 70 persen dan dosis siswa duanya 57 persen. Sedangkan capaian di Pangandaran dosis satunya sudah mencapai 87 persen, sementara dosis duanya sudah 67 persen.

"Pangandaran ini sumber segala sumber dan daerah wisata , dari sisi ekonomi pendapatan bagi pemerintah bagi masyarakat semua pelaku wisata, tapi juga menjadi sumber persoalan karena kepadatan,"ujarnya.

Menurutnya, wisatawan yang datang setiap minggu sekitar 70 ribu orang yang tercatat, yang tidak tercatat katakan 10 persen sajah itu sudah mencapai 80 ribuan pengunjung.

Minimal satu bulan sudah mencapai jumlah 360 ribuan wisatawan yang datang ke Pangandaran. Kalo tidak di kendalikan dengan baik kita hawatir, karena kita tidak ingin wisata menjadi klaster dan tentu yang terakhir kita tidak ingin Obyek wisata di tutup.

Sementara kalo kunjungan tetep Klaster, kita klaster baru ya 75 persen, kira kira seperti itu. Kunjungan ke Pangandaran itu jelas interaksi, yang tentu itu menjadi potensi meja penular.

"Maka wisatawan yang datang, wajib dosis 2 dan hotel harus dosis 2. Ayo sama sama kita jaga dengan baik, saya mohon satu pemahaman dan kesadaran yang luar biasa, karena gamungkin kalo ga kerja sama dengan baik di Pangandaran ini Lepel satu," pungkasnya. (AS)**

Post a Comment

0 Comments