Handiyana Pengusaha Muda Sukses 'Siap Maju Di Pilkada Kota Banjar 2024' Saatnya Memajukan Kampung Halaman


Banjar, LHI

Menetapkan kesejahteraan umum sebagai salah satu tuuan negara (Pemerintahan), sebagaimana para pendiri Negara telah memikirkan salah satu tujuan Negara yaitu kesejahteraan bagi rakyat sebagai sebuah Negara yang merdeka. Hasil dari pembangunan baik di tingkat Pemerintahan Pusat, Provinsi, maupun di Pemerintahan Daerah tentu saja selain untuk mensejahterakan rakyat juga Pemerintah harus melindungi segenap bangsa/ rakyatnya.  Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Dasar Tahun 1945.

Seyogyanya calon Pemimpin harus memahami tugas wewenang hak dan kewajibanya, tak sedikit Kepala Daerah berakhir di jeruji besi.  Masih hangat dalam ingatan masyarakat Kota Banjar pada penetapan tersangka HS Wali kota Banjar dua periode Tahun 2003-2013 oleh KPK. 

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi  Pers penetapan tersangka HS dan RW (23/12/21) ia menegaskan bahwa seorang Kepala Daerah sudah sepantasnya menjadi teladan dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntable melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Dari titik inilah pemuda yang akrab dikenal Handiyana (44) bernama lengkap Atet Handiyana Juliandri Sihombing atas kecintaanya kepada kampung halamanya bertekad untuk berkiprah membangun Kota Banjar lebih baik lagi, dirinya mengaku sudah mempersiapkan untuk maju sebagai Cawalkot pada perhelatan pesta Demokrasi Pilkada Kota Banjar Tahun 2024 nanti.

                                            Mengenal lebih dekat sosok Atet Handiyana 

Atet Handiyana yang kini berusia 44 Tahun asli orang Banjar tepatnya dari wilayah Kecamatan Langensari. Semasa kecil Handiyana duduk dibangku sekolah dasar (SD) Sukahurip 2 Langensari dan melanjutkan sekolah di SMP Langen kemudian ia mengeyam pendidikan di SMAN 1 Ciamis lalu kuliah mengambil fakultas hokum di Universital Galuh Ciamis. 

Atet Handiyana mempersunting seorang istri dr. Ratna yang bekerja sebagai PNS di Kota Depok menjalani bahtera rumah tangga yang kini berdomisili di Perum Wartawan Purimulya Depok. Pengalaman pahit manis dirinya malang melintang di dunia politik menjadikanya pembelajaran sangat berharga hingga akhirnya ia memutuskan untuk beralih ke dunia bisnis. Pahit manis berkarier ia tapaki hingga kini Handiyana sukses memegang beberapa perusahaan diantaranya Atet Handiyana sebagai Direktur Utama PT. Indopara Sista Semesta (alutsista) dan duduk sebagai Direktur PT. Lohjinawi Indonesia.

Tak berhenti disitu, atas kecintaanya ke kampung halamanya (Kota Banjar Patroman) ia pernah berniat mendirikan perusahaan di Banjar akan tetapi saat itu ia akui jelimetnya proses perijinan dan hal lain sebagainya kemudian dirinya memutuskan untuk menunda rencana tersebut. 

Atet Handiyana juga berkiprah di bidang oleh raga yang digemari masyarakat umum yaitu sepak bola, ia adalah pemilik klub sepak bola PERSIKAD 1999 Depok, demikian juga dirinya tetap terus memantau dan memberikan kepeduliannya kepada antar generasi di Daerahnya (Banjar) termasuk mengamati laju perkembangan pembangunan dan perjalanan kinerja Pemkot Banjar. 


Niat bulat untuk kembali ke Kota Banjar ia tegaskan kepada LHI, dirinya mengaku sudah cukup waktu membangun dan bebisnis di wilayah Jakarta dan kota lainnya. Artinya perusahaan yang ia punyai kini telah berjalan baik tinggal mengkontrol saja.

“Sudah waktunya saya kembali ke kampung halaman yang saya cintai, leluhur dan keluarga besar saya ada disini (Banjar Patroman).  Saya ingin mencurahkan kemampuan diri membawa Kota Banjar lebih baik lagi, Kota Banjar adalah kota translit memiliki segitiga emas pintu gerbang perbatasan; Provinsi Jabar-Jateng, Banjar arah wisata Pangandaran dan Banjar – Ciamis. Potensi alam berupa sungai Citanduy dan beberapa kawasan baru semestinya sudah di bangun sejak Pemkot Banjar berdiri Tahun 2003. Kota Banjar harus berani membuka diri mengundang para investor yang tentu saja dengan tujuan mengutamakan kesejahteraan masyarkat Banjar, Alhamdulillah saya memiliki perusahaan konsorsium yang artinya hal ini banyak relasi yang bisa langsung dikerjasamakan agar masyarakat Banjar tak lagi banyak yang menganggur sepertihalnya tampak jelas dipelupuk mata kita di keseharian.” Ujar Atep Handiyana. 

Ia menegaskan niatnya untuk maju menjadi Calon Wali Kota pada Pilkada Kota Banjar Tahun 2024 mendatang, semua orang Banjar khususnya memiliki hak dan kewajiban yang sama yakni mencitai dan memperkuat rasa memiliki kedaerahan. Membangun  Banjar tentu saja haruslah dengan bersama-sama dan semua harus terakomodir dengan baik, tentu saja disesuaikan dengan keahlianya. Begitu pula generasi muda mudi harus bersama-sama saling bina tumbuh kembangkan agar dari sedini mungkin bakat minatnya dapat tersalurkan sampai produktif dan dapat menopang masadepanya. 



Atet Handiyana menyaadari bahwa menjadi Pemimpin itu tidaklah mudah, akan tetapi dengan penuh keyakinan dan tekad bulat niat benar-benar yang berlandaskan mengacu kepada amanat UUD 45 yang di sinergikan dengan semangat juang bersama-sama untuk saling menghargai dan mengakomodir, ia oftimis dapat membangun pesat kemajuan diberbagi sektor khususnya memajukan perekonomian Banjar sesuai jati dirinya. 

Perhelatan Pesta Demokrasi Pilkada Kota Banjar pada Tahun 2024 tinggal efektif 2 Tahun lagi, dirinya menyatakan sudah memiliki visi misi yang utamanya mengacu pada yang telah ia uraikan di atas. Pada dasarnya selama ini Pemkot Banjar lebih terkonsentrasi pembangunanya yang bersumber dari dana APBD. Paradigma itu bukan tidak baik akan tetapi menurutnya bahwa Kota Banjar sudah merupakan keharusan membuka diri lebar-lebar kepada para investor dari luar serta masih banyak lagi sumber dana lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan warga Banjar.

“Kota Banjar adalah Kota Translit, siapa bilang sumber daya alamnya kurang, justru kita harus bersyukur banjar di belah oleh sungai Citanduy dan ini merupakan daya tarik tersendiri untuk dikembangkan baik menjadi obyek perdagangan perekonomian termasuk pariwisata di dalamnya. Begitu juga dengan peta segitiga emas Banjar sebagai Kota Perbatasan, ini menjadi motifasi besar saya agar Kota banjar harus mempu mengejar ketertinggalan baik dalam hal meningkatkan PAD, UMR dan mata pencaharian warga Banjar adalah satu kesatuan yang harus didahulukan sebagaimana tujuan mensejahterakan rakyat Banjar yang termaksud.” Kata Handiyana.


Atet Handiyana menerangkan Pemkot Banjar kini sudah berusia 18 Tahun, yang lalu biarlah berlalu dijadikan pelajaran yang berharga dan masadepan harus oftimis kita songsong bersama, mari kita ciptakan kemajuan kemakmuran bersama-sama dengan semua lapisan masyarakat Banjar tentunya. Pengalaman hal terpahit menjadi motifasi besar dengan semangat tekad bangkit dari segala kekurangan dan ketertinggalan. 

“Generasi muda dan lintas generasi Banjar saatnya bersatu padu, semua tidak ada hal yang mustahil. Kita berkompetisi secara  terbuka tanpa harus merusak orang lain, justru disinilah pertarungan yang sesungguhnya yaitu mengadu visi-misi yang rasional agar dapat membangun Kota Banjar yang lebih baik, lebih maju, lebih makmur  dan sejahtera masyaraktnya tanpa terkecuali." Pungkas Atet Handiyana Juliandri Sihombing (Eky)

Post a Comment

0 Comments